SAMPIT – Aksi brutal sekelompok pria di kawasan Wengga Happy Timur, Sampit, tak hanya menyisakan kerusakan rumah, tapi juga trauma mendalam bagi satu keluarga. Selain melapor ke Polsek Baamang, mereka juga menempuh jalur hukum adat dengan mendatangi Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim.
Korban seorang remaja dicekik di depan rumahnya sendiri, sementara sang adik yang menyaksikan langsung insiden itu mengalami ketakutan hingga enggan kembali ke sekolah.
Peristiwa terjadi saat malam hari, ketika Kevin Pratama Putra baru tiba di rumah sepulang dari Expo. Tiba-tiba, sekelompok orang datang, mendobrak pintu, lalu menariknya keluar sambil menuduh hal yang tak berdasar. Yang ironis, penyebab keributan hanya karena salah paham, adik kandung Kevin dikira orang lain.
“Saya sempat ingin menunjukkan Kartu Keluarga, tapi dirampas dan saya malah dicekik. Padahal yang mereka tuduh itu adik kandung saya sendiri,” ujar Kevin kepada wartawan, Kamis 17 Juli 2025.
Akibat insiden itu, pintu utama rumah rusak parah. Sang adik yang masih duduk di bangku SMP kini tak mau lagi ke sekolah. Pihak keluarga menyebut aksi tersebut sudah melewati batas dan harus diproses secara hukum.
Rudiyanto, ayah Kevin, memastikan keluarga tidak tinggal diam.
“Kami tidak bisa terima perlakuan seperti ini. Kami sudah lapor ke polisi, tapi hanya dianggap perkara ringan. Karena itu kami bawa juga ke DAD agar ada rasa keadilan bagi anak-anak kami yang jadi korban,” tegas Rudiyanto.
DAD Kotim pun telah merespons laporan tersebut. Kepala Sekretariat DAD Kotim, Safaruddin, menyatakan pengaduan resmi sudah diterima dan kasus sedang dalam tahap telaah.
“Laporan sudah kami terima. Selanjutnya akan kami proses sesuai mekanisme hukum adat. Kedua belah pihak akan dipanggil,” kata Safaruddin.
Meski motif pelaku masih belum jelas dan proses hukum berjalan, satu hal yang pasti, tindakan main hakim sendiri bukan hanya merusak fisik, tapi juga meninggalkan luka psikologis yang dalam serta melakukan pengrusakan rumah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post