SAMPIT – Kejahatan kembali terjadi di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kota Sampit. Silvanus (24), seorang pemuda asal Luwuk Bunter, harus merelakan motor miliknya dirampas oleh dua orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 9 Januari 2025, sekitar pukul 12.00 malam di Wengga Metro Jalur 12 WMP 9.
Menurut keterangan adik korban, Stephani, kakaknya saat itu sedang bertamu ke rumah temannya, Febri, untuk bermain game. “Dia datang ke rumah temannya di WMP. Saat mereka sedang di dalam, tiba-tiba datang dua orang seperti orang yang sedang marah-marah. Lebih jelasnya, kakak saya yang tahu,” ujar Stephani. Jumat, 10 Januari 2025.
Febri, teman korban sekaligus tuan rumah, menjelaskan bahwa ketika itu mereka hanya berdua di rumah. Tiba-tiba, dua orang tak dikenal datang dan memperkenalkan diri. “Kami hanya berdua di rumah. Tiba-tiba datang dua orang ingin kenalan. Karena menghargai, kami menyambut mereka. Salah satu dari mereka mengaku bernama Apri,” ungkap Febri.
Namun, situasi berubah saat Febri merasa seperti kehilangan kendali atas tubuhnya. “Saya merasa badan saya lemas, seperti dihipnotis. Saya tidak tahu pasti apakah mereka membawa senjata tajam atau tidak, karena saat itu saya bingung,” tambahnya.
Setelah perkenalan singkat, kedua pelaku langsung merampas motor Honda Beat warna hitam milik Silvanus dengan nomor plat KH 4920 QK. Motor Febri yang juga berada di depan rumah tidak diambil. Dalam kejadian itu, Silvanus sempat terjatuh dan mengalami luka di bagian kakinya.
Kejadian ini terekam oleh kamera CCTV milik warga sekitar. “CCTV merekam saat kedua pelaku membawa motor korban,” jelas Febri.
Stephani menyebut bahwa mereka berniat melaporkan kejadian ini ke Polsek Baamang. Namun, laporan mereka sempat tertunda karena Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor berada di dalam jok yang dibawa pelaku. Pihak Polsek meminta mereka untuk melengkapi laporan dengan fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dari showroom tempat motor tersebut dibeli.
“Tadi pihak Polsek menyuruh kami melengkapi laporan dengan fotokopi BPKB. Motor itu masih dalam masa kredit, dan STNK serta kartu-kartu penting lainnya ada di dalam jok motor,” ujar Stephani.
Kejadian ini membuat Silvanus stres dan sempat meluapkan emosinya di depan Polsek Baamang, hingga memicu perhatian seluruh personel polsek. Beruntung, situasi dapat diredam oleh keluarga korban, terutama ibunya yang datang jauh-jauh dari Luwuk Bunter setelah mendengar kabar buruk ini. Kondisi keluarga Silvanus semakin berat, mengingat ayahnya sedang menderita stroke.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post