SAMPIT – Seorang pria yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis di Stadion 29 November Sampit pada Minggu, 22 September 2024 lalu. Pria tersebut diketahui bernama Muhammad Room (38), warga Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Jenazahnya telah dimakamkan di daerah asalnya, Samuda, oleh pihak keluarga pada hari yang sama.
Kabar duka ini cepat menyebar melalui video yang beredar di grup WhatsApp, memperlihatkan suasana pemakaman Room di Samuda. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keluarga korban menerima kematian Room dengan ikhlas, dan memutuskan untuk tidak melakukan otopsi.
Kapolsek Baamang, AKP Moch. Romadhon, menjelaskan bahwa pihak keluarga, yang diwakili oleh istri korban dan orang tua kandungnya, menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
“Keluarga sudah menerima dengan ikhlas kematian korban dan menolak dilakukan otopsi. Pada pukul 16.00 WIB, pengurusan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Romadhon, Senin, 23 September 2024.
Hasil visum yang dilakukan di RSUD dr Murjani Sampit menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, diduga kuat bahwa Muhammad Room meninggal karena bunuh diri.
“Berdasarkan keterangan dari pihak dokter, setelah dilakukan visum, korban dipastikan meninggal karena perbuatan gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya,” bebernya.
Jenazah Room pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda yang kebetulan melintas di sekitar Stadion 29 November Sampit pada pagi hari. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Baamang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kotim serta relawan dari Dompet Peduli segera menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD dr Murjani Sampit guna pemeriksaan lebih lanjut.
Saat pertama kali ditemukan, Muhammad Room tidak memiliki identitas diri. Namun, ciri-ciri fisik yang terlihat pada tubuhnya membantu pihak kepolisian mengidentifikasi korban. Salah satu ciri mencolok adalah tato bertulisan “Lulum” yang terukir di lengan korban.
Selain itu, polisi juga menemukan barang-barang milik korban di sekitar lokasi kejadian, termasuk motor Suzuki Skywave hitam biru dengan nomor polisi KH 5752 FP, helm, serta sebuah Al-Qur’an kecil yang berada di kantong celana kirinya.
Posisi tubuh korban ditemukan dalam keadaan tergantung hanya beberapa jengkal dari tanah. Meskipun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai motif atau alasan yang mendorong korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara tragis tersebut.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post