SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dengan rutin menggelar tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang itu dilakukan pada Rabu, 14 Agustus 2024, sebagai langkah preventif untuk memantau kondisi warga binaan.
Pelaksanaan tes urine kali ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan dan Keamanan (Peltatib), Eko Prasetyo Utomo, bersama dengan staf terkait dan tim medis dari Klinik Pratama Lapas Sampit.
Tes ini dilakukan secara acak kepada lima orang warga binaan. Pemilihan acak dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh warga binaan berpeluang untuk diuji, tanpa terkecuali, dan memastikan bahwa tes ini mencerminkan kondisi nyata di dalam lapas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Lapas Sampit. Dengan tes urine yang dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mencegah masuknya narkoba ke dalam lapas.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu indikator dalam mewujudkan Lapas Sampit yang bersih dari narkoba, sejalan dengan program nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Dari hasil tes urine kali ini, seluruh warga binaan yang diuji dinyatakan negatif, tidak terbukti mengonsumsi narkoba. Meski begitu, Kepala Lapas Kelas IIB Sampit menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa Lapas Sampit tetap dalam kondisi bebas dari narkoba.
“Pelaksanaan tes urine ini tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus melakukan kegiatan ini secara rutin, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba. Hasil tes ini juga akan dilaporkan secara berkala kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Tengah sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi,” ujar Eko Prasetyo Utomo. Kamis, 15 Agustus 2024.
Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa selain tes urine, pihak Lapas juga aktif mengedukasi para warga binaan tentang bahaya narkoba serta memberikan bimbingan agar mereka mampu meninggalkan kehidupan yang bebas dari narkoba setelah keluar dari lapas.
Program pembinaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi para warga binaan, sekaligus berkontribusi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di masyarakat luas.
Komitmen ini menjadi bagian penting dalam upaya Lapas Sampit untuk tidak hanya menjalankan fungsinya sebagai tempat pemasyarakatan, tetapi juga sebagai tempat rehabilitasi bagi mereka yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Dengan terus menjalankan tes urine secara berkala, serta melakukan pembinaan yang intensif, Lapas Sampit berharap dapat terus menjaga integritasnya sebagai lembaga pemasyarakatan yang bebas dari narkoba, sekaligus membantu para warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bersih dari pengaruh negatif narkoba di masa depan.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post