PALANGKA RAYA – Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi fokus bagi Bunda Forum Anak Kalteng sekaligus Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran dalam Rakorda P3APPKB di Hotel Aurila, Palangka Raya, Kamis 15 Agustus 2024.
Ivo menyampaikan beberapa poin penting yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Kalimantan Tengah. Di antara poin tersebut adalah terkait penurunan angka stunting di Kalteng. Ivo berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten/Kota atas kerjasama dalam penurunan angka stunting di Kalteng yang mencapai 99,4 persen, Juli 2024 lalu.
“Meski demikian, Kalteng tetap harus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dengan sinergitas lintas sektor agar target nasional untuk Kalteng 15,44% tahun depan dapat tercapai,” pesannya. Ivo juga mengajak Kabupaten/Kota untuk terus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat berkaitan dengan perkawinan anak dan kekerasan seksual.
Perkawinan usia anak menjadi salah satu penyebab stunting. Oleh karena itu, upaya untuk menurunkan angka perkawinan anak sangat penting. Ivo juga meminta adanya pendampingan bagi korban kekerasan seksual. Selain itu, upaya pemenuhan hak anak melalui pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak anak menuju Provinsi Layak Anak juga menjadi fokus Ivo.
Dia berharap seluruh Kabupaten/Kota di Kalteng dapat mendapatkan predikat yang sama. “Hingga saat ini, sudah terdapat 7 Kabupaten/Kota di Kalteng yang mendapatkan peringkat Kota/Kabupaten layak anak Pratama atau Madya,” ungkapnya. Dalam rangka mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang optimal, sinergi antar sektoral dan Kabupaten/Kota merupakan kunci utama.
“Dengan komitmen dan kolaborasi yang baik, perempuan dan anak di Provinsi Kalimantan Tengah dapat merasa aman, mendapatkan hak-haknya yang terjamin dan terlindungi serta mendorong tercapainya kesejahteraan sosial bersama-sama,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post