SAMPIT – Hadrah yang merupakan salah satu kesenian musik bernuansa Islami adalah salah satu kegiatan yang diajarkan kepada Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Tiga kali dalam seminggu warga binaan Lapas sampit berlatih kesenian ini bertempat di masjid At Taubah Lapas Sampit,”kata Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Gandung, Selasa 28 Mei 2024.
Hadrah ini ujarnya, umumnya diikuti 5 orang Warga Binaan dengan memainkan alat musik Rebana diiringi dengan lantunan sholawat dan dzikir. Masing masing orang memegang alat musik yang berbeda. perbedaan alat musik yang dimainkan inilah yang menuntut kekompakan para pemain hadroh untuk bisa menampilkan musik yang seirama dan enak didengar.
“Belajar musik Hadrah merupakan salah satu cara membina kepribadian Warga Binaan disamping kegiatan rutin yang dilaksanakan seperti pengajian dan bimbingan rohani lainnya,”ujarnya.
Tambah Gandung, dengan empelajari kesenian bernuansa Islami ini, secara tidak langsung dapat mendekatkan Warga Binaan dengan Allah SWT melalui sholawatnya.
“Dari kegiatan tersebut menunjukkan upaya Lapas Sampit dalam memberikan kegiatan pembinaan kepada Warga Binaan. Berbagai kegiatan yang memberikan positif impact terus digalakkan agar nantinya ketika bebas bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post