SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur M Kurniawan Anwar mengingatkan, upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan dengan memerhatikan sejumlah kebijakan, dengan disertai strategi jitu dari pemerintah setempat.
“Hal itu berkaitan dengan target pendapatan yang ditetapkan pada tahun anggaran 2024 ini yang cukup besar. Maka untuk merealisasi hal tersebut perlu kerja keras dari semua lini di organisasi pemerintah Kotim, terutama instansi yang bersentuhan langsung dengan pemungutan pendapatan daerah,”ujarnya, Selasa 28 Mei 2024.
Lanjutnya, strategi yang dilakukan bisa saja dengan kembali menggiatkan operasi langsung. Yaitu Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah bisa operasi langsung ke tempat pelaku usaha yang dianggap sangat tepat untuk memastikan pajak dan retribusi yang disetor ke kas daerah dapat terkumpul dengan baik.
“Perhatian terhadap target PAD ini tidak hanya soal realisasi pada akhir tahun, akan tetapi penerimaan pendapatan tersebut menjadi indikator kemajuan suatu daerah. Sebab jika pemerintah mampu memaksimalkan penerimaan, maka berdampak pada pembangunan yang maju,”ujarnya.
Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotim, Ramadansyah menyebutkan, untuk tahun 2024 Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAD) Kotim menetapkan target PAD sebesar Rp585.143.313.400.
“Meski, persentase realisasi PAD Kotim belum mencapai 100 persen, akan tetapi jika dibandingkan tren dari tahun ke tahun capaian PAD Kotim terus mengalami peningkatan,”ujarnya.
Hal ini dapat dilihat dari data rekapitulasi realisasi PAD oleh Bapenda Kotim pada tahun 2020 sebesar Rp237,41 miliar, kemudian pada 2021 meningkat pesat menjadi Rp326,53 miliar. Lalu, pada tahun 2022 capaian realisasi PAD Kotim sedikit mengalami penurunan dampak pandemi COVID-19, yakni Rp302,89 miliar.
“Seiring dengan membaiknya perekonomian Kotim pasca pandemi capaian realisasi PAD tahun 2023 pun kembali meningkat menjadi Rp371,98 miliar,”bebernya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post