SAMPIT – Diduga karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sehingga mertua merasa tidak terima. Menantu dan mertua di Desa Bapanggang, Kecamatan MB Ketapang, Kotawaringin Timur (Kotim) berduet dan saling bacok, Selasa, 28 Mei 2024.
Akibat duet yang diduga menggunakan parang tesebut, sang menantu kalah dan kemudian dilarikan ke rumah sakit RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan medis karena mendapatkan luka di bagian kaki dan tangan akibat terkena sajam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tesebut menjadi heboh, lantaran sang menantu yang terlibat duet dengan mertuanya berlumuran darah.
Dalam vidio yang berdurasi 7 detik tersebut, terlihat menantu yang belum diketahui identitasnya dengan menggunakan baju bercorak putih celana panjang krem. Sedang dikerumuni warga untuk membantu membersihkan darah dibagian kaki dengan cara disiram air oleh warga.
Syahbana, Kepala Desa Bapanggang mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengurus administrasi korban di rumah sakit.
“Nanti saya kabari perkembangannya, sekarang masih mengurus administrasi korban di rumah sakit,” ucapnya, Selasa, 28 Mei 2024.
Terpisah, Kapolsek Ketapang, Kompol Suyono mengatakan bahwa ia masih menunggu laporan dari anggotanya dilapangan terkait dengan insiden tersebut.
“Saat ini kita masoh menunggu laporan dari anggota di lapangan,” kata Kapolsek Ketapang, Kompol Suyono.
Hingga berita ini dinaikan belum diketahui pasti kronologis kejadian dan identitas dari kedua orang tesebut. Namun beberapa informasi yang beredar bahwa motif dari kejadian tesebut, lantaran menantunya diduga sering melakukan KDRT, akibatnya orang tuanya (istrinya) tidak terima.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post