SAMPIT – Komunitas Peduli Kotawaringin Timur (Kotim) angkat suara menentang keras peredaran narkoba di wilayah Bumi Habaring Hurung Ini. Komunitas ini menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk bersatu melawan narkoba.
“Kejahatan narkoba ini harus kita lawan, dan kami dari Komunitas Peduli Kotim mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan aparat lainnya,” ungkap Riduan Kesuma, salah satu anggota komunitas Peduli Kotim. Jumat, 3 April 2024.
Kesuma prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di Kotim yang telah merusak generasi muda dan meresahkan masyarakat. Dia mengajak seluruh pengurus dan anggota komunitas untuk membantu aparat penegak hukum dalam membongkar jaringan narkoba.
Senada dengan Kesuma, Tarsifin, purnawirawan TNI yang tergabung dalam komunitas ini, juga menyatakan keprihatinan dan kemarahannya terhadap peredaran narkoba. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan kejahatan ini.
“Kita harus bergandengan tangan dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait lainnya untuk memberantas narkoba,” tegas Tarsifin.
Sementara itu Nako, Sekertaris PWI menambahkan bahwa narkoba telah merajalela di Kotim dan harus ditindak tegas. Dia menyoroti korban narkoba yang banyak berasal dari kalangan pelajar dan generasi muda.
“Peredaran narkoba ini sudah sampai ke pelosok Kotim dan banyak pelajar yang menjadi korban. Kita harus dukung penegakan hukum oleh aparat kepolisian,” kata Nako.
“Jangan ada ruang bagi pelaku kejahatan narkoba di Kotim ini, jika ada oknum-oknum yang ingin melemahkan penegakan hukum terhadap kejahatan narkoba ini maka akan berhadapan dengan kami,” sambungnya.
Komunitas Peduli Kotim memasang spanduk berisi seruan anti-narkoba di sekitar bundaran utama Polres Kotim dan beberapa kecamatan lain. Aksi ini merupakan bentuk komitmen komunitas untuk memerangi narkoba dan mendukung langkah-langkah tegas dari aparat penegak hukum.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post