KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Seruyan Taufik Kurahman mengungkapkan, bahwa sejak awal tahun 2023 lalu, sudah tidak ada lagi desa tertinggal di wilayah setempat.
“Kalau untuk desa tertinggal, itu memang sejak awal tahun 2023 sudah tidak ada lagi. Jadi yang ada itu adalah desa berkembang, maju dan mandiri,” katanya, Jum’at 7 Februari 2025.
Meskipun sudah tidak ada lagi desa dengan status tertinggal ataupun sangat tertinggal di Seruyan, pihaknya tidak akan berhenti begitu saja. “Kita tidak akan stop, karena tujuan kita adalah desa mandiri,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini di Kabupaten Seruyan terdapat 22 desa mandiri, 19 desa maju, 56 desa berkembang, serta nol untuk desa tertinggal ataupun desa sangat tertinggal. “Peningkatan desa mandiri itu dari yang awalnya tujuh desa, sekrang sudah menjadi 22 desa,” tambahnya.
Saat ini, DPMDes Kabupaten Seruyan menargetkan setidaknya ada pertambahan tujuh sampai 10 desa yang meningkat statusnya menjadi desa mandiri setiap tahun. Target ini terbilang cukup realistis mengingat syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk peningkatan status menjadi desa mandiri tersebut sangat berat.
Kendati demikian, dengan semangat dari masyarakat desa maupun kepala desa yang ada di desa masing-masing, pihaknya yakin hal tersebut dapat terpenuhi. “Keberhasilan ini nantinya akan menjadi semangat, dan itupun terbukti bahwa penilaian dari Kemendagri itu ada,” jelasnya.
Maka dari itulah, pihaknya akan terus mengupdate data dan memastikan hal-hal yang menjadi indikator penilaian terus ditingkatkan, seperti pelayanan dan lain sebagainya. “Hal-hal seperti jarak pelayanan, pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya itu ada penilaian terus setiap tahun,” pungkasnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post