KUALA PEMBUANG – Jumlah korban terdampak banjir di Kabupaten Seruyan kian meningkat. Hingga hari ini data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencapai angka 15.484 jiwa dan jumlah terbesar didominasi Kecamatan Seruyan Tengah sejumlah 5.438 jiwa.
Belum diketahui pasti berapa Kepala Keluarga (KK) yang memilih untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi atau mengungsi di rumah masing-masing. Akan tetapi, perlahan tapi pasti Pemerintah Kabupaten (Pemkab Seruyan) mulai menyalurkan bantuan baik logistik maupun medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Seruyan, Mahdiniansyah menyampaikan, masyarakat terdampak banjir di daerah itu perlahan-lahan mulai diserang penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan batuk. Pasalnya, kandungan air sungai yang kurang baik.
“Kami mencoba memberikan pelayanan terbaik kepada korban banjir. Untuk saat ini, korban terdampak banjir di Suling Tambun dan Seruyan Hulu mulai diserang penyakit. Namun, tidak parah,” katanya, Selasa 15 September 2020.
Mahdiniansyah menambahkan, per Minggu 13 September 2020 berdasarkan instruksi Bupati Seruyan, Yulhaidir, 10 personil tim medis yang terdiri dari satu dokter umum, satu dokter spesialis anak, dan sisanya perawat dan bidan terjun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan korban banjir.
“Jumlah personil ini tentu saja kurang. Kami meminta untuk ditambah agar bisa disebar ke kecamatan yang dilanda banjir. Saya berharap adanya pembahan personil ini memudahkan pekerjaan kami sebagai tim medis dalam memeriksa kesehatan korban banjir,” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post