KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan tetap memantapkan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) berjalan sesuai rencana meskipun terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 sebesar Rp250 miliiar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Budi Purwanto menerangkan, penurunan tersebut tentu berefek pada perencanaan pembangunan daerah, karena APBD tersebut terdiri dari Anggaran Dana Desa (ADD), pajak daerah, Dana Desa (DD), Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan bantuan provinsi.
“Karena kita terjadi penurunan pendapatan terutama dari PAD yang menjadi sumber pajak retribusi daerah, maka dari itu efek pertama yang akan dirasakan pengaruhnya pada program prioritas Pemkab Seruyan yaitu infrastruktur jalan,” terangnya, Senin 7 September 2020.
Ditambahkan Budi, untuk menyelamatkan prioritas tersebut Pemkab Seruyan sedang berupaya menarik pihak ketiga, seperti Perusahaan Perkebunan Swasta (PBS) berbasis perkebunan kelapa sawit atau berkoordinasi dengan provinsi.
“Pemkab Seruyan sedang melakukan koordinasi bersama provinsi dan PBS berbasis perkebunan kelapa sawit untuk menyelamatkan program infrastruktur jalan. Semoga koordinasi tersebut membuahkan hasil positif untuk pembangunan daerah,” tambahnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post