NANGA BULIK – Pasien 03 yang dikonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah adalah kategori orang tanpa gejala (OTG).
“Perlu diketahui bahwa pasien 03 positif covid-19 tersebut dalam kondisi sehat atau fit, artinya termasuk dalam orang tanpa gejala atau OTG,” ungkap Bupati Hendra Lesmana yang juga Ketua gugus tugas percepatan penanganan covid- 19 Kabupaten Lamandau, Minggu 3 Mei 2020 malam.
Dijelaskan Hendra, pasien 03 merupakan warga Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik. Dia dikonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil swab oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, sehingga jumlah pasien positif covid-19 Kabupaten Lamandau bertambah menjadi 3 orang.
Peningkatan jumlah kasus positif covid-19 tersebut menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Lamandau untuk senantiasa waspada bahwa yang terlihat sehat belum tentu negatif covid-19.
“Kita tahu, ketiga warga kita yang dikonfirmasi positif covid-19 merupakan OTG, untuk itu saya sangat mengimbau bagi warga yang merasa bersentuhan atau kontak langsung dengan pasien agar jangan menutup-nutupi, segera melapor untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bupati Hendra.
Dengan bertambahnya pasien positif di Kabupaten Lamandau, katanya maka keluarga dan orang terdekat pasien 03 positif covid-19 masuk dalam daftar orang dalam pemantauan atau ODP, dan akan dilakukan karantina di tempat yang sudah disiapkan.
Terkait adik-adik santri claster Temboro yang berjumlah 10 orang yang telah diambil swab, Hendra Lesmana menjelaskan bahwa baru 3 (tiga) orang yang telah keluar hasil swabnya, dan satu diantaranya terkonfirmasi positif tersebut.
“Insyaallah besok (Senin 4 Mei 2020) akan keluar hasil swab kembali untuk 5 santri claster Temboro lainnya, sedangkan yang 2 orang baru di uji swab pada Sabtu (2/4) kemarin, artinya yang akan menyusul hasilnya besok berjumlah 5 orang, semoga saja hasilnya negatif semua,” jelasnya.
Untuk sementara, lanjut Hendra, pasien 03 positif covid- 19 dirawat di RSUD Lamandau dan rencananya Rabu (6/4) akan dirujuk ke RSSI Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post