SAMPIT – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan mulai dilaksanakan pada 30 Juli 2026, atau satu hari lebih awal dari jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kotim, M. Fahrizal Rahmani, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama tim transisi dan tim Kemensos yang digelar pada Senin lalu.
“Kalau sesuai petunjuk dari kementerian sebenarnya tanggal 31 Juli. Namun berdasarkan hasil rapat bersama tim transisi dan Kemensos, kita sepakat melaksanakan MPLS pada tanggal 30 Juli,” ujarnya, Senin 20 Juli 2026.
Fahrizal menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini akan diprioritaskan bagi peserta didik baru di lokasi gedung permanen Sekolah Rakyat. Sementara itu, peserta didik angkatan sebelumnya masih tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah rintisan yang berada di wilayah Selucing.
Menurutnya, pembagian lokasi tersebut dilakukan karena pembangunan kawasan Sekolah Rakyat permanen belum sepenuhnya selesai sehingga belum seluruh fasilitas dapat difungsikan.
“Karena bangunan belum sepenuhnya fungsional, maka yang kita prioritaskan masuk ke lokasi permanen adalah siswa baru. Sedangkan siswa lama tetap belajar di sekolah rintisan sampai pembangunan benar-benar selesai,” jelasnya.
Ia menerangkan, nantinya sekolah rintisan akan tetap menggunakan nama Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 55 Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan kompleks permanen akan menggunakan nama SRT 1 Kabupaten Kotawaringin Timur, sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial.
Fahrizal menambahkan, proses pemindahan seluruh peserta didik ke gedung permanen belum dapat dilakukan karena pemerintah masih menunggu penyelesaian pembangunan. Kontrak pekerjaan bahkan telah mendapat perpanjangan waktu (adendum) hingga sekitar 9 September 2026.
“Kita masih menunggu kesiapan sepenuhnya. Setelah bangunan selesai seluruhnya, baru akan dilakukan pengalihan siswa dari sekolah rintisan ke lokasi permanen,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari pihak penyedia jasa, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan agar beberapa fasilitas utama, terutama gedung serbaguna, dapat segera difungsikan untuk mendukung pelaksanaan MPLS maupun aktivitas para siswa.
“Komitmen dari pelaksana, gedung serbaguna akan diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah diberikan. Saat kami meninjau ke lapangan, pekerjaan pemasangan atap dan dinding masih terus berlangsung,” ungkapnya.
Dinsos Kotim berharap kesiapan fasilitas dapat segera rampung mengingat jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tahun ini meningkat signifikan menjadi 270 siswa, dibandingkan angkatan sebelumnya yang berjumlah sekitar 100 siswa.
Dengan kondisi tersebut, untuk sementara 270 peserta didik baru akan mengikuti MPLS di kawasan permanen yang telah siap digunakan, sedangkan sekitar 100 siswa angkatan sebelumnya masih tetap melaksanakan kegiatan belajar di sekolah rintisan hingga seluruh pembangunan selesai dan proses pemindahan dapat dilakukan secara bertahap.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post