SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin serius membangun sistem perencanaan yang berbasis data. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan aparatur dalam mengelola informasi geospasial agar seluruh kebijakan pembangunan memiliki dasar data yang lebih akurat dan terintegrasi.
Komitmen tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) Tahun 2026 di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim, Rabu 3 Juni 2026.
“Melalui kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan sumber daya manusia pengelola simpul jaringan dalam mengelola data geospasial tematik dan meningkatkan kualitas data pada Geoportal Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Umar Kaderi, Rabu 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi menuntut pemerintah daerah untuk memiliki sistem informasi yang mampu menyajikan data wilayah secara lengkap dan terpercaya. Data tersebut menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur hingga pengelolaan potensi daerah.
Menurutnya, keberadaan simpul jaringan geospasial di lingkungan pemerintah daerah memiliki peran vital dalam memastikan seluruh data yang dihasilkan perangkat daerah dapat terhubung dalam satu sistem yang sama. Dengan integrasi tersebut, proses pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Simpul jaringan di Kabupaten Kotawaringin Timur berperan penting dalam perencanaan pembangunan daerah dan pengembangan infrastruktur serta pengelolaan sumber daya alam melalui pengelolaan data geospasial yang terintegrasi dan akurat,” ujarnya.
Umar juga mengingatkan pentingnya penerapan standar nasional dalam penyusunan peta dan informasi geospasial. Standar yang seragam dinilai akan memudahkan pertukaran data antarinstansi sekaligus mendukung implementasi program Satu Data Indonesia.
“Saya mengharapkan peserta mampu menghasilkan peta yang berstandar nasional, mudah diintegrasikan ke dalam jaringan informasi geospasial nasional, serta mendukung kebijakan Satu Data Indonesia melalui struktur dan atribut rupa bumi yang baku,” tegasnya.
Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi aparatur, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kotim dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pengembangan sistem informasi geospasial daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia yang telah meluangkan waktu dan berkomitmen untuk peningkatan SDM pada simpul jaringan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post