SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memfokuskan penguatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat setelah nilai Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) daerah tersebut masih berada pada kategori “cukup” di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, mengungkapkan berdasarkan data IMDI 2025, Kotim memperoleh nilai total 46,52 dan menempati peringkat ketujuh dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
“Secara umum kita masih berada pada kategori cukup. Karena itu peningkatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus penting pemerintah daerah,” kata Cok Orda saat memaparkan kondisi literasi digital Kotim, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan terdapat empat pilar utama dalam penilaian IMDI, yakni infrastruktur dan ekosistem, literasi digital, pemberdayaan, serta pekerjaan. Dari empat indikator tersebut, Kotim dinilai cukup baik pada aspek infrastruktur dan ekosistem dengan nilai 55,49 atau lebih tinggi dibanding rata-rata Kalimantan Tengah.
Namun demikian, pada aspek literasi digital Kotim masih memperoleh nilai 52,73 atau sedikit lebih rendah dibanding rata-rata provinsi sebesar 54,55. Sedangkan pada aspek pemberdayaan masyarakat, nilainya hanya 34,03 dan menjadi salah satu titik lemah yang perlu segera diperbaiki.
“Artinya kita sebenarnya sudah memiliki infrastruktur yang cukup baik, tetapi kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital masih perlu diperkuat,” ujarnya.
Menurut Cok Orda, pembangunan digital tidak cukup hanya menghadirkan jaringan internet dan perangkat teknologi, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman, produktif dan bernilai ekonomi.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan, pengembangan usaha, keamanan informasi maupun peningkatan kualitas hidup sehari-hari.
“Jangan sampai infrastruktur sudah tersedia tetapi masyarakat belum siap memanfaatkannya secara optimal,” katanya.
Karena itu, Diskominfo Kotim mendorong pembentukan Forum Lintas Sektor Literasi Digital Daerah sebagai langkah memperkuat sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia digital di Kotim.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah ingin membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media dan komunitas untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas masyarakat digital.
“Fokus kita bukan hanya mengejar angka IMDI, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat dapat mendorong Kotim menjadi daerah yang lebih maju, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing di era digital.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post