SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan sejumlah program prioritas bidang literasi digital dan keamanan informasi untuk tahun 2026–2027 melalui pembentukan Forum Lintas Sektor Literasi Digital Daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan program tersebut disusun untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang terus berkembang pesat.
“Kami ingin membangun masyarakat yang tidak hanya melek digital, tetapi juga aman, produktif dan mampu bersaing di era transformasi digital,” kata Cok Orda, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan terdapat lima program prioritas yang akan menjadi fokus pemerintah daerah dalam dua tahun ke depan. Program pertama yakni pendidikan digital yang menyasar sekolah, madrasah dan pesantren guna meningkatkan kemampuan digital generasi muda sejak dini.
Program kedua adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa digital dan penguatan literasi digital komunitas masyarakat. Selanjutnya pemerintah juga akan memperkuat keamanan digital melalui edukasi keamanan data pribadi, anti-hoaks dan pencegahan penipuan digital.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program ekonomi digital bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing usaha.
“Kita ingin UMKM di Kotim naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online,” ujarnya.
Program lainnya yakni penguatan inovasi dan teknologi digital daerah untuk mendorong pemanfaatan teknologi sebagai solusi pelayanan dan pembangunan daerah.
Menurut Cok Orda, pembentukan forum lintas sektor menjadi penting karena tantangan digital saat ini semakin luas dan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, forum tersebut melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media massa.
Ia mengatakan media memiliki peran penting dalam penyebaran informasi, edukasi dan kampanye literasi digital yang positif kepada masyarakat. Sementara perguruan tinggi diharapkan berkontribusi melalui riset dan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Kolaborasi pentahelix sangat diperlukan agar program literasi digital berjalan lebih besar, merata dan berkelanjutan,” katanya.
Cok Orda berharap melalui program prioritas tersebut, masyarakat Kotim semakin siap menghadapi perkembangan digital sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk pendidikan, ekonomi hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Target kita adalah mewujudkan Kotim yang cerdas digital, aman dan berdaya saing,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post