SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menilai tantangan terbesar di era transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pembangunan infrastruktur internet, melainkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas dan produktif.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan percepatan digitalisasi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar teknologi benar-benar memberi manfaat bagi kehidupan dan pembangunan daerah.
“Tantangan utama bukan lagi sekadar membangun infrastruktur, melainkan membangun kapasitas masyarakat untuk menggunakan infrastruktur tersebut secara cerdas, aman dan produktif,” kata Cok Orda dalam pemaparan Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi di Media Center Diskominfo Kotim, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar di berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, pelayanan publik hingga komunikasi masyarakat sehari-hari. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai risiko di ruang digital.
Menurutnya, ancaman seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, cybercrime, penyalahgunaan data pribadi hingga ujaran kebencian menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Pemkab Kotim menggagas pembentukan Forum Koordinasi Lintas Sektor Bidang Literasi Digital dan Keamanan Informasi sebagai wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat literasi digital masyarakat.
“Literasi digital tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Harus ada sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, komunitas dan masyarakat,” ujarnya.
Cok Orda mengatakan forum tersebut dibentuk untuk memperkuat koordinasi program literasi digital lintas sektor agar berjalan lebih terarah, terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, forum juga diharapkan menjadi ruang bersama dalam menyusun kebijakan serta penguatan ekosistem digital daerah.
Dalam paparannya, ia turut membeberkan kondisi Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, nilai IMDI Kotim berada di angka 46,52 dengan kategori “cukup” dan menempati peringkat ketujuh dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Pada aspek infrastruktur dan ekosistem digital, Kotim mencatat nilai 55,49 atau lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Namun pada aspek literasi digital dan pemberdayaan masyarakat, nilainya masih relatif rendah.
“Ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Kita harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan kesadaran dalam memanfaatkan teknologi digital,” katanya.
Untuk mendukung penguatan literasi digital, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah program prioritas tahun 2026–2027, meliputi pendidikan digital di sekolah, penguatan desa digital, keamanan informasi, ekonomi digital UMKM hingga inovasi teknologi daerah.
Ia berharap forum lintas sektor yang dibentuk dapat menjadi langkah awal membangun masyarakat Kotim yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mampu bersaing di era digital.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas digital, aman dan berdaya saing,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post