SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah, memastikan seluruh kesiapan teknis menyambut rencana pendaratan pesawat berbadan besar Airbus A320 milik Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit pada 7 Mei 2026 telah rampung, meski hingga kini penjualan tiket masih belum dibuka.
“Untuk progres persiapan pesawat Airbus A320 Super Air Jet sebagaimana yang telah diumumkan Bapak Bupati pada beberapa acara itu tanggal 7 Mei 2026 sampai detik ini belum ada perubahan. Cuma memang untuk penjualan tiket, kalau kita lihat di aplikasi masih belum ada. Mudah-mudahan, tadi saya baru dapat konfirmasi, kalau tidak sore ini atau besok sudah ada keputusan dari tim Lion Air terkait hal itu,” ujar Raihansyah, Kamis 30 April 2026.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan aspek teknis penerbangan telah dinyatakan siap, mulai dari layanan ground handling (pelayanan penanganan pesawat dan penumpang di darat), perizinan slot waktu terbang di Bandara Haji Asan Sampit hingga Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, semuanya telah disetujui.
“Secara teknis keseluruhan baik ground handling, izin slot terbang dari Bandara Haji Asan sampai ke Cengkareng itu sudah clear semua. Termasuk beberapa pohon yang sebelumnya menjadi perhatian pilot karena mengganggu aspek keselamatan penerbangan (optical obstacle), sudah kami tebang di area barat dan timur landasan. Memang ada beberapa yang masih milik masyarakat dan masih berproses, tapi nanti akan kami selesaikan juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Raihansyah menyebut kesiapan landasan pacu juga telah melalui serangkaian uji teknis oleh tim ahli. Pengukuran Pavement Classification Number (PCN) atau daya dukung landasan terhadap beban pesawat sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu dan dinyatakan memenuhi syarat untuk didarati Airbus A320.
“Untuk landasan pacu, tim teknis sudah mengukur PCN, ketebalan, arah putar balik pesawat, hingga posisi parkir. Semua sudah disimulasikan dan hasilnya mencukupi. Bahkan sertifikat bandar udara kita juga sudah diperbarui setelah melalui pemeriksaan tim dari Lion Group,” tegasnya.
Terkait kapasitas pesawat, ia menjelaskan bahwa Airbus A320 yang akan digunakan memiliki konfigurasi sekitar 180 kursi. Namun, dalam operasionalnya nanti tidak akan diisi penuh demi mempertimbangkan aspek keselamatan dan kapasitas angkut barang.
“Memang pesawat ini memiliki tiga tipe kapasitas, besar, sedang, dan kecil. Untuk kita, insya Allah menggunakan tipe dengan kapasitas 180 penumpang. Namun secara teknis, dari hasil koordinasi dengan tim Super Air Jet, pengisian penumpang hanya sekitar 70 sampai 80 persen saja, karena pesawat juga membawa kargo dan mengutamakan keselamatan penerbangan,” jelasnya lagi.
Raihansyah menegaskan, meskipun seluruh kesiapan teknis telah rampung, pihaknya tetap menunggu keputusan final dari maskapai terkait pembukaan rute dan penjualan tiket. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar rencana penerbangan perdana tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.
“Kita kembali saja ke yang sudah diumumkan Bupati, tanggal 7 Mei itu sampai sekarang belum ada perubahan. Secara teknis sudah selesai semua, tinggal menunggu keputusan dari pihak maskapai. Kita doakan saja semoga berjalan lancar,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post