PANGKALAN BUN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) terus memperkuat peran kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak pendataan dan penggerak swadaya masyarakat. Hal tersebut ditegaskan dalam penilaian Lomba Dasawisma Akbar di Desa Penyombaan, Kecamatan Arut Utara, Kamis 30 April 2026
Kegiatan penilaian lapangan dipimpin langsung Ketua Pokja I TP-PKK, Sri Wahyuni, bersama tim penilai. Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana peran aktif kelompok Dasawisma dalam menjalankan fungsi pendataan, penyuluhan, serta penggerakan warga di tingkat akar rumput.
Aspek kelembagaan Dasawisma menjadi salah satu fokus penilaian dengan bobot 30 persen, meliputi legalitas pengurus, papan nama, administrasi susunan pengurus, hingga dukungan pemerintah desa terhadap program kerja tahunan.
Selain itu, akurasi pendataan warga juga mendapat bobot 30 persen, khususnya terkait ketertiban administrasi, keakuratan Buku Catatan Keluarga, rekapitulasi data, serta pemutakhiran data secara berkala.
Pada aspek kegiatan penyuluhan dengan bobot 20 persen, tim menilai implementasi program unggulan seperti Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pencegahan pernikahan dini, hingga gerakan Keluarga Sadar Administrasi Kependudukan.
Sementara itu, inovasi sosial juga menjadi perhatian dalam penilaian, termasuk kreativitas kelompok dalam kegiatan jimpitan, arisan sembako, pengelolaan limbah, dan optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Ketua Pokja I TP-PKK, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa akurasi data yang dihimpun kader Dasawisma memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Dasawisma adalah ujung tombak kami. Melalui penilaian ini, kita ingin memastikan bahwa pembinaan bukan hanya sekadar administratif, tetapi benar-benar ada implementasi nyata dalam kehidupan bertetangga, seperti penguatan pola asuh anak dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Kepala Desa Penyombaan, Murni, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penilaian tersebut. Menurutnya, pemerintah desa berkomitmen mendukung program PKK karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat terbantu oleh peran ibu-ibu Dasawisma. Melalui pendataan mereka, kami mendapatkan data riil kondisi warga. Kami berharap momentum ini memicu semangat kader untuk terus inovatif dan solid,” ungkapnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post