SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui berbagai program strategis, termasuk pencanangan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat serta penguatan kolaborasi dengan sektor swasta.
Bupati Kotim, Halikinnor, menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan ibu hamil mendapatkan enam kali pemeriksaan, balita ditimbang dan diimunisasi lengkap, penderita hipertensi dan diabetes rutin diperiksa, serta ODGJ mendapatkan pelayanan dan pendampingan,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.
Ia menambahkan, pemerintah juga menargetkan tidak ada lagi masyarakat yang terlambat mendapatkan penanganan medis hanya karena kendala jarak maupun biaya.
“Target kita jelas, tidak ada lagi warga Kotawaringin Timur yang terlambat ditangani karena jarak atau biaya,” tegasnya.
Sebagai bentuk konkret, pemerintah daerah mencanangkan program cek kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat di seluruh puskesmas, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan ibu dan anak, hingga deteksi penyakit menular seperti tuberkulosis.
“Manfaatkan layanan ini. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” imbuh Halikinnor.
Selain itu, ia juga meminta Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas untuk aktif melakukan jemput bola pelayanan hingga ke desa dan tingkat RT/RW agar jangkauan layanan semakin luas.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT Pertamina Patra Niaga – Integrated Terminal Sampit terkait pelayanan jasa publik.
Kerja sama ini mencakup berbagai layanan seperti pengelolaan air limbah domestik, pengangkutan sampah, hingga pemadam kebakaran, yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami mengajak dunia usaha untuk terus memperkuat kolaborasi melalui program CSR, baik dalam pemenuhan alat kesehatan, mobil puskesmas keliling, bantuan gizi untuk balita stunting, maupun edukasi kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Halikinnor, kesehatan masyarakat dan karyawan merupakan investasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah maupun dunia usaha itu sendiri.
“Kesepakatan ini harus ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret oleh perangkat daerah terkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post