SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai program peningkatan layanan kesehatan, meski dihadapkan pada tren kenaikan angka kematian bayi.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa angka kematian bayi mengalami peningkatan dari 62 kasus pada tahun 2024 menjadi 68 kasus pada tahun 2025.
