SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meresmikan gedung baru Puskesmas Mentaya Seberang sekaligus pembangunan fisik bidang kesehatan Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Peresmian Puskesmas ini bukan sekadar menambah gedung baru. Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan sampai ke tingkat kelurahan dan desa,” ujar Halikinnor, Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kotim tahun 2026 yang menempatkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama melalui penguatan layanan dasar.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa masyarakat yang sehat, maka upaya mewujudkan daerah yang maju dan mandiri akan sulit tercapai.
“Tanpa masyarakat yang sehat, tidak akan ada Kotim yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Halikinnor mengungkapkan bahwa Puskesmas Mentaya Seberang dirancang dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), di mana seluruh layanan kesehatan diberikan secara terpadu dalam satu siklus kehidupan.
Ia menyebutkan, layanan yang diberikan mencakup promosi kesehatan, pencegahan, deteksi dini, pengobatan hingga pemantauan kesehatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
“Artinya layanan tidak lagi terpisah-pisah. Semua terdata, semua terpantau, dan semua terlayani, dari ibu hamil, balita, usia sekolah, usia produktif hingga lansia,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjadikan puskesmas sebagai pusat gerakan kesehatan di wilayah masing-masing dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti kader posyandu, Tim Penggerak PKK, hingga organisasi kemasyarakatan.
Ia pun berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang humanis dan profesional kepada masyarakat.
“Berikan pelayanan dengan hati, ramah, cepat, dan tanpa diskriminasi. Layani masyarakat seperti melayani keluarga sendiri,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post