SAMPIT – Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi mendorong peran aktif perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting yang masih tergolong tinggi di daerah tersebut.
“Alhamdulillah Dinas Kesehatan bisa melaksanakan salah satu kegiatan yaitu pergerakan masyarakat terkait mencegah stunting. Ini bagian dari edukasi dan kolaborasi kita dengan stakeholder, baik di tingkat kecamatan, desa, PKK, hingga kader posyandu,” ujar Umar Kaderi, Rabu 22 April 2026.
Ia mengungkapkan, angka stunting di Kotim saat ini masih berada di kisaran 21,6 persen berdasarkan data SSGI, sementara target nasional berada pada angka aman 14 hingga 15 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kerja bersama seluruh pihak, tidak hanya pemerintah.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya pencegahan stunting masih menjadi tantangan, ditambah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya mendukung pemenuhan gizi keluarga.
“Sebenarnya keinginan masyarakat untuk memerangi stunting itu luar biasa, begitu juga dengan kecamatan dan stakeholder lainnya. Namun kesadaran masih kurang, ditambah kondisi ekonomi yang menjadi kendala di lapangan,” jelasnya.
Selama ini, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan dan desa untuk mendorong pemanfaatan dana CSR dan dana desa dalam mendukung program pencegahan stunting. Meski demikian, kontribusi tersebut dinilai masih belum optimal.
“Perusahaan sudah menyisihkan sebagian dari dana CSR, namun belum terstruktur dan masih terbatas di wilayah sekitar mereka. Kita terus mendorong agar peran perusahaan bisa lebih maksimal dan terarah,” tegasnya.
Ia menekankan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua OPD saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kita harapkan dengan adanya kolaborasi semua pihak, baik camat, kepala desa, dinas sosial, maupun perusahaan, kita bisa menekan angka stunting. Jika hanya dilakukan oleh satu dua OPD, tentu akan sulit,” tandasnya.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap tidak muncul lagi kasus stunting baru, sekaligus mampu menurunkan angka yang sudah ada secara bertahap di masa mendatang.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post