Kasus Kades Berujung Vonis 2 Tahun, Kejari Tegaskan Penyimpangan Sengaja Akan Ditindak

SAMPIT – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Timur (Kotim) Nur Akhirman menegaskan bahwa penyimpangan dana desa yang dilakukan secara sengaja akan berujung pada proses hukum, bahkan hingga vonis penjara, sebagaimana kasus yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

“Ada satu perkara dengan tiga kades yang sudah divonis, masing-masing sekitar dua tahun. Sebenarnya kami sudah memberikan upaya persuasif, tapi mereka tidak mau mengikuti saran kami sehingga berujung pada putusan pengadilan. Itu menjadi contoh penggunaan anggaran desa yang gagal,” ujar Nur Akhirman, Rabu 22 April 2026.

Baca juga berita lainnya

Ia menjelaskan, kasus tersebut menimbulkan kerugian negara yang cukup besar, yakni sekitar Rp900 juta. Hal itu menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala desa agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan keuangan desa.

Menurutnya, Kejaksaan selama ini mengedepankan langkah edukasi dan pencegahan melalui sinergi dengan APDESI Kotim, termasuk dalam kegiatan pembinaan pengelolaan keuangan desa yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah.

“Ini adalah sinergitas dari APDESI Kotawaringin Timur dengan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur dalam rangka untuk meminimalisir penyimpangan penggunaan ADD. Kami melakukan edukasi supaya kepala desa tidak lagi melakukan penyimpangan, khususnya yang disengaja,” jelasnya.

Nur Akhirman menegaskan, pihaknya membedakan antara penyimpangan yang disengaja dan yang tidak disengaja. Untuk kesalahan yang tidak disengaja, seperti akibat ketidaktahuan atau kesalahan administrasi, masih diberikan toleransi dengan kewajiban mengembalikan kerugian negara.

“Kalau tidak disengaja, kami minta untuk mengembalikan kerugian negara dan perkaranya bisa dihentikan. Karena ketidaktahuan bukan ranah kesengajaan, jadi kami beri toleransi,” tegasnya.

Ia mencontohkan, kesalahan administrasi yang sering terjadi di lapangan antara lain ketidaksesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan laporan pertanggungjawaban, meskipun kegiatan fisiknya telah dilaksanakan.

“Misalnya antara RAB dan pelaksanaan itu ada, tapi pertanggungjawabannya tidak ada. Itu kesalahan administrasi, bukan kesengajaan. Maka cukup diperbaiki, seperti membuat SPD sesuai dengan pelaksanaan,” ungkapnya.

Dalam upaya pencegahan, Kejaksaan juga melibatkan sejumlah bidang untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada desa, di antaranya bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Intelijen, serta Pidana Khusus (Pidsus).

“Datun mendampingi penggunaan keuangan desa, Intel untuk pengawasan atau jaga desa, dan Pidsus untuk penindakan jika ditemukan kerugian negara yang disengaja,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar kasus yang ditangani berawal dari unsur kesengajaan dalam penyimpangan anggaran, sehingga pada akhirnya harus ditempuh jalur hukum sebagai langkah terakhir.

“Kebanyakan masalah itu karena kesengajaan. Maka penegakan hukum menjadi ultimum remedium atau jalan terakhir. Tapi kalau tidak ada unsur kesengajaan, biasanya tidak kami lanjutkan,” katanya.

Nur Akhirman berharap, melalui pembinaan yang terus dilakukan, para kepala desa dapat semakin memahami aturan dan tata kelola keuangan yang baik, sehingga tidak lagi terjadi penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara.

“Saya berharap kepala desa ini adalah mitra kami. Dengan pembinaan ini, mudah-mudahan mereka bisa mengelola keuangan desa dengan baik dan tidak ada lagi yang bermasalah dengan hukum,” tandasnya.

(dia/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018-le_3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueasdafb29a11H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"ing . . .048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueasdafb29a11H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"ing . . .048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemList0/pe( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemList0/pe("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemList0/pe('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiInraker sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isInraker seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.lh-tar; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clList.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.lh-tar ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemList0/pe( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kotawaringin-ti\/%2F6\/04\/%2\rag-ks-kades-12-bkunj-vonis-2ari-un-kejs-daregasatakan-yimpkeuanganeuajarta-akdit= wabo,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edit":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Pulh- Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutupo,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ n ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPort-aii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-t-ah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPort-aii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-t-ah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_statico:t":fa,"experielemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019-le_0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/license */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kotawaringin-ti\/%2F6\/04\/%2\rag-ks-kades-12-bkunj-vonis-2ari-un-kejs-daregasatakan-yimpkeuanganeuajarta-akdit= wabo},"0" eC ttwab mautegegikuti saran kami sehwarga b2-bkunj pada autusan peeuadilan. Itutegejadi up_coh peeuguna0A aargaran le_a ypgs gagal,\u201d ujs- Nti Akhi fan, Rabu 22 April %2F6.\r\n\r\nIategejeopsata, ag-ks rakse-uttegeimbulkan k2-bgian eegara ypgs cukup besen, ypkni sekilh- Rp900 juta. Hal itutegejadi perieuatan k2-as bagi seluruh k2palp le_a agar ttwab mn-yalphgunakan k2wlnaeuan dalam peeuelolaan k2uaeuan de_a.\r\n\r\nMenurutnya, %ejsksa0A seopma initegeged2pankan lpenanh eduatsi dan peecegahanteglalui sntaigi deeuan APDESI %oin-, rakmaeuk dalam kegiatan pembina0A peeuelolaan k2uaeuan de_a ypgs dilaksanaata b2-spma pemerietoh >m/dae.\r\n\r\n\u201cInitadalah sntaigi ds >m-d APDESI %oikotawarin Tn-ti deeuan %ejsksa0A Nege-d %oikotawarin Tn-ti dalam rpenan untub mnminimayi ir an-yimpkeuan peeuguna0A ADD. %2miteglakuata eduatsi supayo k2palp le_a ttwab lagi eglakuata an-yimpkeuan, ahu-ksnyv ypgs dianeuaja,\u201d jeopsnyv.\r\n\r\nNti Akhi fantegeegasata, pihpknya me_nudaata limara an-yimpkeuan ypgs dianeuaja dan ypgs ttwab dianeuaja. Untub ke_alahantypgs ttwab dianeuaja, seperti akibat kettwabri-uta ltautke_alahant dminist-asi, maewh >m-d unsti k2aneuajata dalam peeyimpkeuan aargaran, sehwarga pada akhi nya harus ditempuh jalur hukum se-agak lpenanh rakakhi .\r\n\r\n\u201cKe-anyakan maealah itutk2reia aeaneuajata. Maat pgeegaata hukum egejadi ulin-tm g_meditm ltautjalan takakhi . T"pi kalau ttwab ada unsti k2aneuajata, biastaya ttwab kami opgjutkan,\u201d katanyv.\r\n\r\nNti Akhi fantnumharap,teglalui pembina0A ypgs terus dilakuata, para k2palp le_a dapkt semakintegmahami atur0A dan t" d kelola k2uaeuan ypgs baik, sehwarga ttwab lagi rakjadi pn-yalphgunaan k2wlnaeuan ypgs m2-bgikan eegara.\r\n\r\n\u201cSayo numharap k2palp le_a initadalah mitrv kami. Deeuan pembina0A ini,teudoh-eudohantegrek> bi_a meeuelola k2uaeuan de_a deeuan baik dan ttwab ada lagi ypgs bakmaealah deeuan hukum,\u201d r-stasnyv. \r\n\r\n(dia\/ww.matakalt)o,"authora:{"@ta-ta:"Persono,"namte:"Rajib Rizayi","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cri-utoi\/rajibww.matakalt-co-ido},"artictiSectecti:["%oikotawarin Tn-tih],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\/%2F6\/04\/%2\rIMG-le_60422-WA0014o24_c_750x470.jpg?v=1776845358","width":750,"fe hei5:470},"Mubyi hera:{"@ta-ta:"Oruanizdicato,"namte:"","url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obj","url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/o,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalto,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/o,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxoa:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentryo,"entry-tt_tih:"%20Ks %2des %2-bkunj Vonis 2 %20Ke, %ejs-d %egasata %20Pempkeuan %neuaja %20A Dit= wabo,"pubyi hed":"le_6-04-22 15:10:41o,"updated":"le_6-04-22 08:10:41" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==t= typeow.jnads&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTieloup((fun sect(){if(s& 'obj"==t= typeow.jnads&&ow.jnads.lneuth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==t= typeow.jn&&"& 'obj"==t= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).lneuth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofla.lneuth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofla}))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={toikl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),toikl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),toikl_ok.elem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.elem a >va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parsa(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==t= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladpe("Cp_cont-Ta-to,"awrlicdicat/x-://-form-urlgeupded; charsar=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>