• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kotim Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Selama Enam Bulan

Kotim Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Selama Enam Bulan

Rabu, 8 April 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:IST/MATA KALTENG - Rapat koordinasi penanganan dan pencegahan rencana karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kotim, 7 April 2026.

Foto:IST/MATA KALTENG - Rapat koordinasi penanganan dan pencegahan rencana karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kotim, 7 April 2026.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dengan menetapkan status siaga darurat selama enam bulan. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Kotim yang digelar di Sampit pada Senin, 7 April 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam mengatakan bahwa penetapan status siaga darurat perlu dilakukan menyusul meningkatnya potensi karhutla dan kekeringan pada tahun 2026.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

“Berdasarkan data kaji cepat karhutla dan kekeringan tahun 2026, luas lahan terbakar yang sudah dapat ditangani mencapai sekitar 101,4 hektare, dengan wilayah selatan menjadi daerah terbanyak terdampak yakni sekitar 52,7 hektare,” ujarnya, Selasa 7 april 2026.

Selain itu, hingga 6 April 2026 tercatat sebanyak 151 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kotawaringin Timur. Dari jumlah tersebut, wilayah dengan hotspot tertinggi berada di Kecamatan Antang Kalang.

Menurut Multazam, berdasarkan kajian risiko bencana yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat sejumlah kecamatan di Kotim yang memiliki indeks bahaya karhutla tinggi.

“Kecamatan yang memiliki indeks bahaya karhutla tinggi antara lain Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Kota Besi, Cempaga dan Telawang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi bencana karhutla, salah satunya melalui sistem peringatan dini yang melibatkan masyarakat.

Peringatan dini tersebut dapat dikenali melalui sejumlah tanda alam maupun pengetahuan lokal masyarakat yang telah lama digunakan sebagai indikator awal terjadinya kebakaran lahan.

“Tanda-tanda tersebut antara lain tidak adanya hujan dalam jangka waktu tertentu pada musim kemarau, kondisi lahan yang sangat kering terutama di lahan gambut, munculnya asap di sekitar pemukiman atau kawasan hutan serta tercium bau khas lahan gambut terbakar terutama pada pagi hari,” ujarnya.

Ia juga memaparkan data titik hotspot harian yang tercatat sejak pertengahan Januari 2026. Pada 14 Januari tercatat 15 titik hotspot, kemudian 15 Januari sebanyak 9 titik, 16 Januari 6 titik, 17 Januari 8 titik, 18 Januari 10 titik, 19 Januari 6 titik, 20 Januari 7 titik, dan 21 Januari sebanyak 16 titik.

Melihat perkembangan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan penetapan status siaga darurat karhutla yang akan berlangsung selama 185 hari, terhitung mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026.

“Apabila di kemudian hari jumlah hotspot dan kejadian kebakaran meningkat, maka status siaga darurat dapat dinaikkan menjadi status tanggap darurat melalui rapat koordinasi kembali,” jelasnya.

Multazam menegaskan bahwa selama status siaga darurat karhutla diberlakukan, pemerintah daerah akan melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Salah satunya dengan meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap setiap informasi hotspot hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan dan desa di seluruh wilayah Kotim yang terdiri dari 17 kecamatan, 17 kelurahan dan 168 desa.

“Setiap informasi hotspot akan segera kami koordinasikan kepada seluruh pemangku kepentingan hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar dapat segera dilakukan penanganan di lapangan,” katanya.

Selain itu, para camat juga diminta untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

Pemerintah daerah juga akan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, termasuk pemasangan spanduk maupun baliho yang memuat peringatan serta sanksi pidana bagi pelaku pembakaran lahan.

“Pemerintah daerah juga akan menerbitkan surat edaran Bupati Kotawaringin Timur tentang kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang ditujukan kepada para manajer perusahaan besar swasta sektor perkebunan dan kehutanan,” ujarnya.

Dalam upaya mendukung operasi pemadaman, pemerintah daerah juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan sumber air selama musim kemarau.

Jika kondisi tersebut terjadi, maka seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan diminta membantu suplai air menggunakan kendaraan operasional dengan membawa tangki air untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.

Selain itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman juga diminta menyiapkan alat berat untuk pembangunan embung di sejumlah lokasi yang memungkinkan.

“Embung tersebut nantinya akan menjadi sumber air untuk mendukung operasi pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan,” jelasnya.

Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga diminta membantu menyediakan pasokan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah selatan Kotim.

“PDAM bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD akan membantu operasional suplai air bersih kepada desa-desa di wilayah selatan yang terdampak kekeringan,” katanya.

Selain fokus pada penanganan kebakaran, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi dampak kesehatan akibat asap kebakaran.

Dinas Kesehatan diminta menyiapkan manajemen evakuasi dampak asap dengan membentuk “Rumah Oksigen” di setiap kecamatan apabila kualitas udara memburuk.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga melakukan berbagai upaya mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi memicu gagal panen di sektor pertanian.

Salah satunya dengan melakukan perencanaan dan pemetaan wilayah rawan kekeringan melalui Dinas Pertanian, termasuk identifikasi potensi gagal panen berdasarkan data iklim, kondisi tanah serta ketersediaan air.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyusun kalender tanam adaptif agar pola tanam petani dapat disesuaikan dengan perubahan musim.

“Pemantauan kondisi cuaca, lahan dan tanaman juga akan dilakukan secara berkala untuk memberikan informasi peringatan dini kepada petani terkait potensi kekeringan,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi antar instansi terkait untuk memastikan ketersediaan data iklim, pengelolaan sumber air serta kebijakan mitigasi risiko gagal panen.

Upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan serta pemeliharaan jaringan irigasi dan sarana penampungan air seperti embung maupun sumur bor untuk memastikan distribusi air tetap tersedia pada fase kritis tanaman.

Selain itu, petani juga akan mendapatkan penyuluhan dan pendampingan mengenai teknik budidaya yang lebih adaptif terhadap kondisi kemarau.

“Petani akan diberikan edukasi terkait pengaturan jarak tanam, penggunaan mulsa serta pengelolaan tanah untuk menjaga kelembapan,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, BPBD Kotim berharap kesiapsiagaan seluruh pihak dapat meningkat sehingga dampak bencana karhutla maupun kekeringan pada tahun 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin.

(dia/matakalteng)

Share4Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Polresta Palangka Raya Dukung Kelancaran Agenda Pemerintahan Daerah

Next Post

Hadapi Kemarau, Petani Kotim Disarankan Tanam Palawija pada Musim Tanam Ketiga

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Hadapi Kemarau, Petani Kotim Disarankan Tanam Palawija pada Musim Tanam Ketiga

Hadapi Ancaman Penyakit Saat Kemarau, Dinkes Kotim Siapkan Masker, Faskes hingga Distribusi Air Bersih

Terkendala Regulasi dan Keterbatasan Lahan, Pemkab Kotim Cari Solusi Ekonomi Sambil Menunggu Realisasi Plasma

Gubernur Kalteng Sambut Kunjungan Menhan dan Satgas PKH, Penegakan Hukum Kawasan Hutan Diprioritaskan

Penyaluran Bantuan Pangan Kalteng Diperpanjang hingga Mei 2026

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TEKNO HOLISTIK.
Kontak
eng%-6a271: 9a4437; nt_type="widook" claa-element_type="wi"widookaaa-element_type="wi"widos="menu-item menu-item-type-post_type menu-item"M389.2 48"be.com"chann"jfqUI4mK: boNTANGentMIp?u=h |  kaaa-element_type="wi"widos="menu-item menu-item-type-post_typage me"M389.2 48"be.com"chann"jfqUI4mK: PEDOMANp?u=h |  kaaa-element_type="wi"widos="menu-item menu-item-type-post_tyem-object-"M389.2 48"be.com"chann"jfqUI4mK: DISCLAIMERan-tengtyle-table jsc_div>eng%-6a271: 9a4437; nt_type="widook" claa-element_type="wi"widookaaa-element_type="wi"widos="menu-item menu-item-type-post_tyu-item-object-pag"M389.2 48"be.com"chann"jfqUI4mK: KEBIJAKAN PRIVASIp?u=h |  kaaa-element_type="wi"widos="menu-item menu-item-type-post_type menu-item#kject-"M389.2 48"be.com"chann"jfqUI4mK: KONTAKan-tengtyle-table ">Pedoman645a7cai class="menu-item menu-item-type-post_type menu-i645a7caect-page menu-item-122502">Kontak
eng%-6a271: 9a4437; nt_type="widooelementor-widget elementor-widget-html" data-id="9777894" data-elemeet" data-wid3et_type="html.default">eng%-6a271: 9a4437; nt_type="widooP daAJA DIGITAL MEDIA777894" data-element_type="widget" data-wid1et_type="html.def400">eng%-6a271: 9a4437;
eng%-6a271: 9a4437;
eng%-6a271: 9a4437;
COPYRIGHT &cpy; 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PR73cdba8type menu-i73cdba8type me//www.teknoholistik.com" style="color:#fff">TEKNO HOLISTIK.
gle.js' }); } } else { jnewsads.push({ defer: trstom":ze:ze: s_type":=https%3A%2#-a10ze:ze: "defer: trstom":ze:ze: disabl-label="Find us oaWels:/e Ba10!format-standard">et ele-lov cead/js/adlov c ge_new_at-standard">et ele-lov cea>org/2000/ass="lazyload wp-postet ele-lov cea><.profile+eg_share_fb"><.eLov c to agrr 721rah/ _blowng.copreloader_cirrm-mosr dare ">="Username" velue>="Pderword2 velue>ng.copreloader_cg-recaptehaP///wAAAC: #ey="6LdiJDUntakanPgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP0re ">dl="faiv><991a32328meniv>F>rgott">rgot>Retraeve agrr pderwordformatp>Pvease a4437 agrr username er" ="Ygrr rget_pderword_/a>dl="faiv><991a32328meniv> ev"el.","s"elDt-popu()); asssg_pos-wras Yocl = ( ev"el ) => ev"el.","s"elDt-popu(); docu="el.ad eYocl39.rl = pos-wras Yocl; asssg_pos-wra_"s"el282_['leme', 'cut', 'pdete', 'drag', 'drop']; pos-wra_"s"el2.> ev"el.shiftKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a67 || ev"el.ctrlKey""> ev"el.shiftKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a73 || ev"el.ctrlKey""> ev"el.shiftKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a74 || ev"el.ctrlKey""> ev"el.shiftKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a75 ) { ev"el.","s"elDt-popu() return d":""; } nlinev"el.ctrlKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a85) { ev"el.","s"elDt-popu() return d":""; } nlinev"el.ctrlKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a80) { ev"el.","s"elDt-popu() return d":""; } nlinev"el.ctrlKey""> ev"el.#eyCeg_ss="a44) { ev"el.","s"elDt-popu() return d":""; } }); nlin dsbygoo url: devtools !="a'ta-ifined' "> o url: devtools-ad-p"><) { DevToolsId-p">(); url: '/dEv"elatakI4mK('devtoolsge', ev"el => { nlin ev"el.det/sc-ad-p"><) DevToolsId-p">(); }); } funtion DevToolsId-p">() { nlin reloadeor.userAg"el.urlexOf('iPdom"') > -1<) return d":""; g_sqdoc_.mat = docu="el.getEss="elsByTagN="caw.mat")[0]; doc_.mat.der jHTML = 'Inspoclor is pos-wrad.'; }.push({ def">1113 08 1113 08
="Search..." lementeng%2 velue>Kebijakanclass=privasi">Keem m63class="menu/">Home22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m1nu-item-type-post_type menu-item-object-get-">Net-22498">Kebijakancategorypcurr/div>Kehas-childr/dprivasi">Keem m15u-item menu-item-type-post_type menu-itespan>">Dspan>22498r-widget-jsubartauu_elementor" data-id="30a1ab0" data-eltaxonomyprivasi">Kebijakancategoryprivasi">Keem m2nu-item-type-post_type menu-item-object-.8h39.1L151.1 88h-42L364">K151.1 88h T2L36422498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m36u-item-type-post_type menu-item-object-.8h39.1palitter-raya">Palitter Raya22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m25u-item menu-item-type-post_type menu-itespan>/bargtojselatmenuBargto Selatme22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m26u-item-type-post_type menu-item-object-.8h39.1bargtojtps:/nuBargto Tps:/22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m2nu-item menu-item-type-post_type menu-ite8h39.1bargtoju89.anuBargto U89.a22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m2="menu-item menu-item-type-post_type mene8h39.1gunm%20mads>Gunm%2 Ma-22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m3ter_menu_elementor.default">
Kebijakancategoryprivasi">Keem m31er_menu_elementor.default">
Kebijakancategoryprivasi">Keem m3 class="menu-item menu-item-type-post_ty.8h39.1L151.1 88h-42b20Ak-obj51.1 88h-4 B20Ak22498">Kebijakancategorypcurr/div>Keem m33class="menu-item menu-item-type-post_ty.8h39.1L151.1 88h-42tps:/nubj51.1 88h-4 Tps:/22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m34class="menu-item menu-item-type-post_ty.8h39.1lamandauu_Lamandau22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m35u-item menu-item-type-post_type menu-itespan>/s:/m%20raya">M:/m%2 Raya22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m3nu-item menu-item-type-post_type menu-ite8h39.1/div%20Tisauu_Pdiv%2 Pisau22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m3="menu-item menu-item-type-post_type mene8h39.1seruyobs>Seruyob22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m3nu-item-type-post_type menu-item-object-.8h39.1sukama.anuSukama.apage menu-item-1>Kebijakancategoryprivasi">Kehas-childr/dprivasi">Keem m4ter_menu_elementor.default">
Kebijakancategoryprivasi">Keem m44class="menu-item menu-item-type-post_tylegislatit/dprd-L151.1 88h-42L364">DPRD K151.1 88h T2L36422498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m4nu-item menu-item-type-post_type menu-itlegislatit/dprd-palitter-raya">DPRD Kj51 Palitter Raya22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m41er_menu_elementor.default">
Kebijakancategoryprivasi">Keem m4 class="menu-item menu-item-type-post_tylegislatit/dprd-bargtojtps:/nuDPRD Bargto Tps:/22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m43class="menu-item menu-item-type-post_tylegislatit/dprd-gunm%20mads>DPRD Gunm%2 Ma-22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m45u-item menu-item-type-post_type menu-itlegislatit/dprd-L1puads>DPRD K1puad22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m46u-item-type-post_type menu-item-object-legislatit/dprd-L1t cgobs>DPRD K1t cgob22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m4="menu-item menu-item-type-post_type menlegislatit/dprd-L151.1 88h-42b20Ak-oDPRD Kj51.1 88h-4 B20Ak22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m4nu-item-type-post_type menu-item-object-legislatit/dprd-L151.1 88h-42tps:/nuDPRD bj51.1 88h-4 Tps:/22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m5ter_menu_elementor.default">
Kebijakancategoryprivasi">Keem m51er_menu_elementor.default">
DPRD M:/m%2 Raya22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m5 class="menu-item menu-item-type-post_tylegislatit/dprd-/div%20Tisauu_DPRD Pdiv%2 Pisau22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m53class="menu-item menu-item-type-post_tylegislatit/dprd-seruyobs>DPRD Seruyob22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m55u-item menu-item-type-post_type menu-ithukrim">Hukrim22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m56u-item-type-post_type menu-item-object-pendidikmenu-indidikme22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m54class="menu-item menu-item-type-post_tyekonomi">Ekonomi22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m5nu-item menu-item-type-post_type menu-itpolitiknu-olitik22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m5="menu-item menu-item-type-post_type menu-sehatmenuK-sehatme22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m5nu-item-type-post_type menu-item-object-olahraga">Olahraga22498">Kebijakancategoryprivasi">Kehas-childr/dprivasi">Keem 596u-item-type-post_type menu-item-object-kols="nKols=22498r-widget-jsubartauu_elementor" data-id="30a1ab0" data-eltaxonomyprivasi">Kebijakancategoryprivasi">Keem m65u-item menu-item-type-post_type menu-itkols=/advetorelee"Advetorele22498">Kebijakancategoryprivasi">Keem m66u-item-type-post_type menu-item-object-kols=/opini">Opini22498">Kd2.googiv class="newsfeedaside345L23et elementor-winobg48H172.4L272.9 180.9 389type="widget" data-widget_type="jnews_footer_social_elementor.default">
  • elementor-wiss="jbr> ntor-widget-container"l6.8 ="T #ff H; font-os="menu-item menu-i: #fff; font-size/: bold">COPYRIGHT &cpyftrongnng.co' }); } } else { jnewsads.push({ defer: true,reaer dogjegs_ad/js/amat-standard wan>engtyle-table "><=9a445grecapteha" true, true,>.push({ defer: truasssg_lazyan> { asssg_lazyan> { entraes.> { nlin entry.is.5UCFectiong ) { am">lazyan>lazyan> { lazyan> { docu="el.addEv"elatakI4mK( ev"el,_lazyan><":u-item \/\enu-item-type-post_t\-.8h39.\1L151.1 88h-42tps:/\.4 46\/04\/08\1L15im-tet/p-objsiaga20PKu0Akakarhutlarsumbatker cgobjselama-enamer.com ,">.push({ def![indif]--defer: tr lementeng%/javaer: tr" 5 26.8 48-s Yocl/2024/0js-ng%.anug_squ8 48_s YoclPT%20H = {<:"Bagikme dintainer"><,"T%20HOnnal noop:"Bagikme dinnal noop,">inIr":"Buat Pim ,"downan><":uUnduh ,"downan> clVideo":"Pu89. Video","p"matous":"Se_blumnya","nng%2:"Seiv%jutnya","closam:"Tramp ,"a11yCa9ees YP"maSlideMosr dar:"Slide se_blumnya","a11yCa9ees YNng%SlideMosr dar:"Slide seiv%jutnya","a11yCa9ees YFirs%SlideMosr dar:"This is ths firs% slide","a11yCa9ees YLas%SlideMosr dar:"This is ths s="% slide","a11yCa9ees YPaginom/paBulletMosr dar:"Go to slide"},"is_rtl":d":"","breakpoiel2":{"x2":0,"Tm2:480,"m<":768,"iv":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"reg_ad jeg":{"breakpoiel2":{"ass="j":{Por%.aie_,"velue":1024,"dt-popu_velue":1024,"directon e:"m-d","is_enawrad":rl: },"egram"_ng%.an:{La e2cape_,"velue":1ss=,"dt-popu_velue":1ss=,"directon e:"m-d","is_enawrad":d":""},"lapte"::{iong-buttots":rl: },"urlgw:{\/derets\/ ,"te-durl":u-item \/\enu-item-type-post_t\-mk-clnajs="e\/ddm c-te-da Rp ,"upan>iongButtotsClickTra10i%2":"5ee831f06ar},"swiperCs="j":"swiper","Tr-elemew:{

    ;/*! 8h39.el."Privv5.n-tw- (C)tor-9idge0 Alexv%d0H Dieulotw- -item me8h39.el."Pri/license */ am">t,e;asssg_n=a445Set,o=docu="el.r:eateEss="el("iink"),i=o.spaatak&&o.spaatak.suppor%s&&o.spaatak.suppor%s("p"mfeteh")&&5_6a271.5UCFection Observse&&"is.5UCFectiong"in5.5UCFection ObservseEntry.protoleme,r_cin39.elAAxLQQueryStrail"in5docu="el.body.div set,a_cin39.elAAxLQE/UCFjY9Lsab/"in5docu="el.body.div set,r_cin39.elWhite fon"in5docu="el.body.div set,c_cin39.elMees downShor%cun"in5docu="el.body.div set,d=1111;am">l=65,u=!1,f=!1,m=!1;if(cin39.el.5UCd jty"in5docu="el.body.div set){asssg_t=docu="el.body.div set.in39.el.5UCd jty;if(cmees down"==k.substr(0,9))u=!0,"mees down-only"==k&&(f=!0);e:"" if(cvtakpor%"==k.substr(0,8))reloadeor.assnction &&(reloadeor.assnction .saveDiv ||reloadeor.assnction .effetioveTeme&&reloadeor.assnction .effetioveTeme.includee("2g"))||(cvtakpor%"==k?docu="el.docu="elEss="el.id="jnWidth*docu="el.docu="elEss="el.id="jnHwitte<45e4&&(m=!0):cvtakpor%-all"==k&&(m=!0));e:""{asssg_e=pars .5U(t);isNaN(e)||(l=e)}}if(i){asssg_n={capture:!0,pderove:!0};if(f||docu="el.addEv"elatakI4mK("touch39.rl",(funtion (t){e=per>{v(o.="me),t=void 0}),l))}),n),c&&docu="el.addEv"elatakI4mK("mees down",(funtion (t){if(per>1||/a>t;(t=5_6a271requaslIdleCall-a10?t=>{requaslIdleCall-a10(t,{t ="fun:1500})}:t=>{u()})((()=>{asssg_t=a445.5UCFection Observse((e=>{e.>{if(e.is.5UCFectiong){asssg_n=e.ww.you;t.unobservs(n),v(n.="me)}}))}));docu="el.queryS YoclorAll("a").>{h(e)&&t.observs(e)}))}))}}funtion p(e){e.reiv>La terh UCFecbug_pobahms 0Plam Rap-p Koordi%asi Karhutla sum Ktker cgob Kabu"aten bj5an yv%2 digelar dinSampit pada %evit, 7 April 4 46.\r\n\r\nKepali Pslaksana Basum Penanggdiv%2um Bencana akh39. (BPBD) bj5an, Mopuazamatakgem-tyn bahwa pivet/pob 39.tus siaga 0PKu0Ak perlu dilakukob rivyusulprivittertnya poUCd j karhutla sum atker cgob pada tahun 4 46.\r\n\r\n\uor-cBerdasarkme dhre/kaji cep-p karhutla sum atker cgob tahun 4 46, lums lahme UCFb-tyr yv%2 sud9. dap-p ditv%2umiprivcapai seki89. 101,4 hek89.e, decgob wilay9. selatmeprivjadin.8h39. UCFb-nyak UCFdampak yakni seki89. 52,7 hek89.e,\uor-d ujarnya, %elasa 7 april 4 46.\r\n\r\n%ela-4 itu, h cgga 6 April 4 46 UCFcomAk seb-nyak 151"l6.ik pa%as omAu hotspoU UCFdetek j dinwilay9. bj51.1 88h-4 Tps:/. akai jumlrh UCFecbug,nwilay9. decgob hotspoU UCFionggi bh39da dinKecamatmepA menu/li>enu.\r\n\r\nMenurug_Mopuazam, bh3dasarkme kajime risiko bhncana yv%2 dimiliki pe="r ctah .8h39., UCFdapAk sejumlrh kecamatmepdinKj5an yv%2 memiliki urleks bahay9 karhutla ionggi.\r\n\r\n\uor-cKecamatmepyv%2 memiliki urleks bahay9 karhutla ionggi 1 88ra la-4 TeluknSampit, M"elay9 Hilir Selatme, Pdivu Hanaut, M"elay9 Hilir U89.a, %eranau, M"elawa BarunKet/pobg, Baamang, Kj51 Besi, Cempaga sum Telawang,\uor-d jelasnya.\r\n\r\nIaprivamb2htyn bahwa u"aya pivcegahme rivjadinla terh utmma 0Plam takghadapi poUCd j bhncana karhutla, salrh s.tunya melalui stakIm perikgem-epdini yv%2 melobat-ob masy9.aert.\r\n\r\nPerikgem-epdini UCFecbug_pap-p dikivali melalui sejumlrh tanda Plam taupun pivyouahume lotyp masy9.aert yv%2 telrh lama digun-tyn seb-gai urlikdeor awal UCFjadinya keb-tyran lahme.\r\n\r\n\uor-cTanda-tanda UCFecbug_1 88ra la-4 tidak asumya hujan 0Plam jitter waktu UCFi"elu pada musan kema.au, korlisi lahme yv%2 sv%2up kerikg UCFutmma 0i lahme gambut, muntulmya asap 0i seki89. pe=uk1.1 omAu kawasan hutme serta UCFcium rAu khms lahme gambut UCFb-tyr UCFutmma pada pagi hkai,\uor-d ujarnya.\r\n\r\nIapjuga memap-rkme dhre/l6.ik hotspoU hkaime yv%2 UCFcomAk sejak pCFi"egahme Janukai 4 46. Pada 14 Janukai UCFcomAk 15/l6.ik hotspoU, kemudime 15/Janukai seb-nyak 9/l6.ik, 16/Janukai 6/l6.ik, 17/Janukai 8/l6.ik, 18/Janukai 10/l6.ik, 19/Janukai 6/l6.ik, 20/Janukai 7/l6.ik, sum 21/Janukai seb-nyak 16/l6.ik.\r\n\r\nMelihAk perkembv%2um UCFecbug,npe="r ctah .8h39. takgusulkme pivet/pob 39.tus siaga 0PKu0Ak karhutla yv%2 -tyn bult ngsm%2 selama 185 hkai, UCFhitu%2 mdivi 8/April h cgga 10/Okto:"d 4 46.\r\n\r\n\uor-cApas="a 0i kemudime hkai jumlrh hotspoU sum atjadian keb-tyran rivittert, m-ty 39.tus siaga 0PKu0Ak pap-p dinaikkme rivjadin39.tus menugap 0PKu0Ak melalui rap-p koordi%asi kembvli,\uor-d jelasnya.\r\n\r\nMopuazamatakegastyn bahwa selama 39.tus siaga 0PKu0Ak karhutla pobult kukob,npe="r ctah .8h39. akme rilakukob bCFb-gai la terh strategis ueluk memperkuAk pevcegahme dme pivv%2uman keb-tyran hutme dme lahme.\r\n\r\n%alrh s.tunya decgob rivittert-ob koordi%asi dme pivgawasan UCFhadap setiap c>\ dget-ads=5_6a2719a445ads||[],"bijaka"==ksbygoo9a445ads&&"bijaka"==ksbygoo9a445.library&&(9a445.library.bijKeys(9a445ads).><((funtion (){setT ="fun((funtion (){if(cbijaka"==ksbygoo9a445ads&&9a445ads.l/dgth){g_sqs=9a445ads.slice(0);9a445.library.bijKeys(s).>-1&&9a445.library.derets.splice(a,1),(a=9a445ads.urlexOf(s[e]))>-1&&9a445ads.splice(a,1),9a445.library.r:eate_js(s[e].url,"dt-erasync")}))}}),3e3)}))on.com/pageder: tr lementeng%/javaer: tr">;!funtion (){"use strika";5_6a2719a445=5_6a2719a445||{},5_6a2719a445.firs%_an><=5_6a2719a445.firs%_an><||{},5_6a2719a445.firs%_an><=funtion (){g_sqa=this,t=9a445.library,n=cbijaka"==ksbygoo9a445&&"bijaka"==ksbygoo9a445.library;e.div =null,e.runote-d=!0,e.runolov cregis44b=!0,e.ivear=funtion (){e.runote-d=!0,e.runolov cregis44b=!0,e.div =null},e.init=funtion (){ &&(t.globelBody.queryS YoclorAll(".xt=P><_ation ",9a445_id:u8 48opion .><_ation :9fla}))o},e.updateaerah/="=funtion (){if(n){g_sqo={tj51l_vtak:t.globelBody.queryS YoclorAll(".xt=PT%20HM39.ts .xt=Pvtaksaerah/ .erah/s"),tj51l_T%20H:t.globelBody.queryS YoclorAll(".xt=PT%20HM39.ts .xt=PT%20HMerah/ .erah/s"),tj51l_s:/="el:t.globelBody.queryS YoclorAll(".xt=P>ge=funtion (){XMLHiteRequasl.DONE===a.r/aeyS9.te&&200==a.39.tus&&(e.div =JSON.pars (a.r/g_ad eTng%),e.div .erah/="&&"bijaka"==ksbygooe.div .erah/="&&e.updateaerah/="()o},a hp">("POST",9a445_te-d_url,!0),a setRequaslH/aemK("Css="je-Teme","ajslicom/pa/x-svg-><=a4455_6a2719a445.firs%_an><,9a445.firs%_an><.init()}(on.com/pageder: trug_squ8 48opion = u8 48opion || {}; u8 48opion .au1er: tr282_[{"url":u-item \/\enu-item-type-post_t\-wp-ass="je\ !funtion (e){g_sqt=funtion (e,t){"use strika";if(!l.getEss="elsByCs="jN="c)return;g_sqn,a=l.docu="elEss="el,i=e.Date,o=e.HTMLPikaureEss="el,r_caddEv"elatakI4mK",r_cgetAt=ribute",l=e[r],d=e.setT ="fun,c=e.requaslAnimom/paF0 5e||d,u=e.requaslIdleCall-a10,f=/^pikaure$/i,m=["an><","error ,"ivzyinclude<","_lazyan>f)?i({reeveluate:!0,ass="els:[t]}):a&&a src&&(t.srcna src)},A=funtion (e,t){return(getComputedStyle(e,null)||{})[t]},E=funtion (e,t,a){>0)&&"vtsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.youBee eingCd="jnRaka(),r=S>i.l/fu&&Ri.e_p-1&&F500?500:370),O=n.extyld,P=O*n.extFaclor),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&9<6?O:I;>=m&&(F=r.e_p)<=B&&(S=r.ritte)>=m*T&&(R=r.l/fu)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&9<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}e:""!d&&u&&!l&&9<4&&G<4&&v>2&&(c[0]|| .>span><)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"ule_"!=o[i][s](n.sizfsAt=r)))&&(l=c[0]||o[i]);e:"" ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=funtion (e){z(e,n.an>0)>=i&&(F=e.e_p)<=B&&(S=e.ritte)>=i*T&&(R=e.l/fu)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLn><||"src"in5f&&(l||r||u),v={ww.you:e},h&&(p(e,J,!0),ivearT ="fun(m),m=d(J,2500),z(e,n.an>psste||h(e,n.errorCd="j))&&(t=C(e,"ivzyunveilr/ae").det/sc,o&&x.updateEss=(e,!0,e.offsetWidth),e._lazyRcce=!0,j++,te(a,t,o,i,a))},ie=funtion (){if(!u)if(i.now()-E<999)d(ie,999);e:""{g_sqa=_((funtion (){n.an>span>ge",U,!0),["focus","mees faulu,"click","an><","tr.esiion en<","animom/paen<","webkilAnimom/paEn<"].><",ie),t[r]("DOMCss="jeLn><",an>span>span><",errorCd="j:"lazyerror ,ale_sizfsCs="j:"lazyale_sizfs",srcAt=r:"div -src",srcsetAt=r:"div -srcset",sizfsAt=r:"div -sizfs",m cSizf:40,class=Mcdia:{},inik:!0,extFaclor:1.5,hFac:.8,an><=!0,funtion (a,a,n){g_sql=l.r:eateEss="el("pikaure"),d=a.getAt=ribute(lazySizfsCssfig.sizfsAt=r),o=a.getAt=ribute("div -rom/p"),z=a.getAt=ribute("div -_pio=umx");a._lazybgset&&a _lazybgset."ar/diNode==a&&a remov Child(a _lazybgset),Oijaka.dt-ineProperty(n,"_lazybgset",{velue:a,writawra:!0}),Oijaka.dt-ineProperty(a,"_lazybgset",{velue:l,writawra:!0}),e=e.rei cce(i," ").splil("),l.style.display="no1f",n.ss="jN="c=lazySizfsCssfig.aazyCd="j,1!=e.l/dgth||d||(d="ule_"),e.>psste&&d({ww.you:l})}))})))})),l.addEv"elatakI4mK("an><",d,!0),e.addEv"elatakI4mK("ivzybe>t._lazysizfsWidth)&&(t._lazysizfsWidth=i),t._lazysizfsWidth))}))}}))n.com/paged/bodyed/.mat> d!-- Dynamic "PrivgI4mKate/ in51.077 seco e2. --> d!-- Cached "PrivgI4mKate/ by WP-Super-Cache'extote6-06-09 02:36:04 --> d!-- Super Cache dynamic "Privdetecte/ bu">late inik not set. See ths r/aeme.wxt > d!-- Dynamic Super Cache --> d!-- Compjegson = gzip -->