SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan apresiasinya atas dimulainya penerbangan perdana maskapai Wings Air dari Bandara H. Asan Sampit menuju Surabaya, Selasa, 10 Maret 2026. Kehadiran maskapai dari Lion Group tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas konektivitas transportasi udara bagi masyarakat Kotim, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kita sama-sama menyaksikan ini merupakan penerbangan pertama dari Lion Group yang menerbangkan rute Sampit–Surabaya. Insya Allah mulai hari ini juga akan ada rute Sampit–Palangkaraya, Pangkalan Bun, Banjarmasin, serta Ketapang–Pontianak. Jadi untuk transportasi udara di Kalimantan, Alhamdulillah dengan hadirnya Wings Air ini masyarakat bisa lebih mudah bepergian,” ujar Bupati Kotim Halikinnor saat peluncuran penerbangan perdana di Bandara H. Asan Sampit, Selasa 10 Maret 2026.
Menurut Halikinnor, masuknya Wings Air menjadi kabar baik bagi masyarakat Kotim, terlebih saat kebutuhan transportasi udara meningkat menjelang Lebaran. Ia menilai tambahan maskapai dan rute penerbangan akan membantu masyarakat yang hendak bepergian maupun pulang kampung.
“Pemerintah daerah tentu sangat bersyukur, apalagi ini menjelang Lebaran di mana kebutuhan transportasi udara sangat tinggi di daerah kita. Dengan masuknya Wings Air ini menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin bepergian, khususnya menghadapi Lebaran tahun ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Halikinnor berharap ke depan semakin banyak maskapai yang membuka rute penerbangan dari Bandara H. Asan Sampit. Ia bahkan menyebut kemungkinan masuknya maskapai Super Air Jet jika pangsa pasar penerbangan dari Sampit dinilai menjanjikan.
“Kita berharap dengan masuknya Wings Air ini, dalam waktu dekat seiring pengembangan bandara kita, Super Air Jet juga bisa masuk. Informasinya setelah Wings Air, kalau pangsa pasarnya bagus mereka akan mendatangkan Super Air Jet. Harapan kita nantinya ada pesawat Airbus 320 yang mendarat di Bandara H. Asan Sampit, dengan rute seperti Sampit–Jakarta, Sampit–Surabaya, dan Sampit–Semarang,” jelasnya.
Ia juga menyinggung soal perbedaan tarif penerbangan antara pesawat jenis ATR yang digunakan Wings Air dengan pesawat Airbus. Menurutnya, biaya tiket pesawat ATR cenderung lebih tinggi karena kapasitas penumpang yang terbatas.
“Memang kalau Wings Air ini tarifnya relatif lebih tinggi dibanding pesawat Airbus karena biaya operasionalnya juga lebih besar dan kapasitas penumpangnya maksimal sekitar 72 orang. Harapan kita nanti dengan adanya Airbus 320, harga tiket bisa lebih terjangkau seperti yang saat ini ada pada maskapai Nam Air, kalau tidak salah sekitar 1,2 sampai 1,3 juta rupiah,” ujarnya.
Halikinnor optimistis, semakin banyak maskapai yang membuka rute penerbangan dari Sampit akan menciptakan persaingan harga yang sehat sehingga tiket pesawat menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Dengan adanya maskapai lain yang masuk nanti, tentu akan ada kompetisi harga. Otomatis tiket bisa lebih murah dan masyarakat juga memiliki lebih banyak pilihan untuk bepergian menggunakan transportasi udara,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post