SAMPIT – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Akhmad Taufik mengungkapkan bahwa keberadaan ular di permukiman warga semakin sering dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, petugas kerap menemukan ular bersarang di bagian rumah yang jarang diperhatikan, seperti plafon hingga dapur.
“Trennya ular-ular ini bersarang di plafon, dapur, juga di perkakas yang tidak terurus. Bahkan ada yang sudah bertelur, ini yang sangat membahayakan,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir petugas Damkar cukup sering menerima laporan terkait kemunculan ular di rumah warga. Dari data yang dihimpun, dalam satu bulan petugas dapat menangani sekitar 50 hingga 60 kasus ular masuk ke permukiman.
“Kami sampaikan juga bahwa tren Januari-Februari ini petugas kami sedang ramai menyelamatkan ancaman terhadap binatang. Dalam satu bulan data kami ada kurang lebih 50 sampai 60 ular masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 hingga 40 persen merupakan ular kobra yang dikenal memiliki bisa berbahaya bagi manusia. Karena itu, setiap laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas untuk mencegah potensi bahaya.
“Petugas kami setiap hari bisa menangkap satu sampai dua ular yang masuk ke dalam rumah warga. Alhamdulillah dengan kesiapsiagaan petugas, ular tersebut berhasil diamankan,” tambahnya.
Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah ular yang berhasil diamankan petugas Damkar Kotim bisa mencapai ratusan ekor dalam satu tahun. Dengan rata-rata penanganan saat ini, jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar 600 ekor setiap tahunnya.
Menurut Taufik, meningkatnya kemunculan ular di kawasan permukiman kemungkinan berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi habitat alami satwa tersebut.
“Saya berpikir ini merupakan ekosistem mereka yang sudah berubah atau terganggu. Ada indikasi perubahan iklim atau habitat ular yang beracun itu terganggu,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Disdamkarmat Kotim berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai upaya menjaga lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat persembunyian ular.
Ia juga mengimbau warga untuk rutin membersihkan area rumah, terutama bagian yang jarang digunakan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post