SAMPIT – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Akhmad Taufik mengingatkan masyarakat agar memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran.
“Karena banyak salah satu daripada penyebab kebakaran itu adalah konsleting listrik yang ditinggal warganya pada saat menyala,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, korsleting listrik menjadi salah satu faktor yang paling sering memicu kebakaran rumah. Hal itu kerap terjadi ketika perangkat listrik seperti lampu, stop kontak, maupun peralatan elektronik dibiarkan tetap menyala dalam waktu lama saat rumah tidak dihuni.
“Ketika kita meninggalkan rumah seminggu atau dua minggu dalam kondisi stop kontak atau lampu masih hidup, itu bisa menimbulkan panas pada kabel sehingga berisiko terbakar,” ujarnya.
Ia mencontohkan kejadian kebakaran yang sempat terjadi pada Februari lalu di kawasan sekitar Pasar Keramat Sampit. Sebuah rumah dilaporkan terbakar setelah ditinggal pemiliknya selama kurang lebih satu bulan.
“Penyebabnya karena listrik yang terus menerus hidup sehingga kabel yang ada di rumah tersebut menjadi panas,” tambahnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk memeriksa seluruh instalasi listrik sebelum bepergian dalam waktu lama. Langkah sederhana seperti mematikan aliran listrik, mencabut peralatan elektronik, serta memastikan kabel dalam kondisi baik dapat mengurangi risiko kebakaran.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Disdamkarmat Kotim juga menyiapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama periode libur Lebaran.
Taufik menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan enam posko siaga yang tersebar di beberapa wilayah strategis, di antaranya sektor Baamang-Ketapang di Jalan Bengkirai, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan Parenggean, Kecamatan Cempaga Hulu, Kecamatan Telawang, serta Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Di sektor Baamang-Ketapang sendiri disiagakan tiga peleton petugas dengan jumlah personel sekitar 27 hingga 29 orang dalam setiap peleton.
Secara keseluruhan, Disdamkarmat Kotim juga menyiapkan sekitar 10 unit armada pemadam kebakaran yang siap digunakan selama masa siaga Lebaran.
“Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan siap siaga 1×24 jam untuk melayani pemadaman kebakaran maupun kegiatan penyelamatan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post