SAMPIT – Camat Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rida Iswandi kembali menyoroti persoalan akses jalan yang menghambat pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya yang dikenal memiliki sejumlah objek wisata unggulan, termasuk destinasi pantai dan alam pesisir yang mampu menarik minat wisatawan.
Menurut Rida, meski potensi wisata di Teluk Sampit cukup menjanjikan, pendapatan daerah dari sektor pariwisata belum dapat dimaksimalkan karena terkendala jaringan jalan. Saat ini rute yang dilewati menuju objek wisata dan wilayah wisata merupakan Jalan Lintas Kabupaten dari Kotim menuju Kabupaten Seruyan, sehingga menjadi tantangan karena belum memiliki jalur alternatif yang memadai.
“Objek wisata Teluk Sampit sebenarnya berpotensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan, seperti pantai-pantai dan jalur pesisir yang strategis di wilayah kami. Namun demikian, pendapatan dari sektor ini belum bisa maksimal ditarik oleh pemerintah, salah satunya karena terkendala jalan yang merupakan Jalan Lintas Kabupaten dari Kabupaten Kotim menuju Kabupaten Seruyan,” ujar Rida Iswandi, Minggu 1 Maret 2026.
Wilayah Kecamatan Teluk Sampit memiliki beragam potensi wisata pesisir, seperti Pantai Ujung Pandaran yang dikenal sebagai salah satu destinasi berkelas di pesisir Kabupaten Kotim dengan pemandangan natural yang menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Selain itu, potensi wisata lainnya juga meliputi wisata religi dan danau yang tersebar di beberapa desa di kecamatan ini, menjadikan Teluk Sampit sebagai salah satu pintu gerbang wisata bahari di Kotim.
Rida menyampaikan, wilayahnya terletak strategis sebagai penghubung antara Kabupaten Kotim dan Seruyan, namun kondisi akses yang hanya melalui Jalan Lintas Kabupaten dinilai masih belum cukup untuk menunjang arus kunjungan wisatawan, distribusi hasil produk wisata, serta perputaran ekonomi lokal yang seharusnya lebih optimal.
“Untuk itu, pihak kecamatan mengusulkan agar dibangun jalan alternatif baru yang dapat tembus langsung menuju Kabupaten Seruyan, dengan panjang rencana sekitar 27 kilometer,” tegasnya. Jalan baru ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM setempat untuk berkembang.
Dengan adanya jalan tembus yang memadai, Rida berharap Teluk Sampit akan semakin mudah dijangkau wisatawan dari berbagai arah, sehingga potensi wisata pesisir, alam, dan budaya di Kecamatan Teluk Sampit dapat berkembang maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post