SAMPIT – Menjelang enam hari memasuki bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.
Dari hasil pantauan, sejumlah komoditas terpantau mulai mengalami kenaikan, meski secara umum kondisi pasokan masih tersedia dan daya beli masyarakat dinilai stabil.
“Harga memang ada yang mulai naik karena operasional pedagang dan juga faktor pemasok yang hanya satu orang, sehingga tidak ada persaingan. Ditambah lagi kondisi di Pulau Jawa yang banyak terdampak banjir sehingga pasokan agak terbatas. Tapi yang penting barangnya ada, dan harga masih bisa dijangkau masyarakat,” ujar Wakil Bupati Kotim Irawati usai sidak, Jumat 13 Februari 2026.
Ia menegaskan, meskipun ada kenaikan kecil, seperti Rp1.000, masyarakat Kotim masih mampu membeli kebutuhan pokok karena daya beli relatif stabil.
“Kenaikan harga tercatat pada bawang merah dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Harga telur ayam juga naik cukup signifikan dari Rp58 ribu menjadi Rp64 ribu per sap, sementara harga ayam ras terakhir berada di angka Rp46 ribu per kg,”bebernya.
Untuk kacang tanah, pergerakan harga bervariasi tergantung pedagang. Meski demikian, inflasi di Kotim saat ini masih berada di angka 0,41 persen dan dinilai aman karena berada di bawah inflasi nasional.
“Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan menggelar rapat bersama Dinas Perindustrian dan Ketahanan Pangan untuk merumuskan langkah pengendalian harga. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pelaksanaan pasar murah dan pasar Ramadan guna menyeimbangkan harga di pasaran dan menekan potensi inflasi selama Ramadan,”tegasnya.
Sementara itu, pedagang telur di Pasar Besar Sampit, H Mansyur, membenarkan adanya kenaikan harga telur sejak empat hari terakhir.
“Harga telur naik dari 310 jadi 320 per ikat. Biasanya kenaikan ini juga dipengaruhi adanya bantuan sosial karena permintaan meningkat. Harga telur ini mengikuti harga pusat dari Jakarta, kalau stok habis biasanya dinaikkan, dan kalau sudah mentok nanti bisa turun lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski harga naik, pembelian telur di pasaran masih terpantau stabil.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post