SAMPIT – Perhelatan Sampit Expo 2026 yang dirangkai dengan Gelora Kriya Dekranasda Kotawaringin Timur serta Festival Budaya Habaring Hurung resmi ditutup pada Rabu 14 Januari 2026.
Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur itu dinilai sukses besar, tidak hanya dari sisi kemeriahan acara, tetapi juga dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim Johny Tangkere menyampaikan, selama sepekan pelaksanaan kegiatan, mulai 7 hingga 14 Januari 2026, Sampit Expo telah menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM, dunia usaha, serta mitra dagang untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus membangun jejaring bisnis.
“Selama pelaksanaan Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, dan Festival Budaya Habaring Hurung, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. Ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi semua pihak mampu mendorong geliat ekonomi daerah,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.
Johny mengungkapkan, perputaran ekonomi selama Sampit Expo 2026 diperkirakan mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar. Jumlah pengunjung pun mengalami peningkatan signifikan, dengan rata-rata 5.500 orang per hari dan total kunjungan mencapai sekitar 44.000 orang selama kegiatan berlangsung.
Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Dari sewa lahan kegiatan, retribusi parkir, sewa tenda bazar, hingga pemanfaatan daya listrik, Pemkab Kotim mencatat pendapatan sekitar Rp65 juta.
Menurut Johny, Sampit Expo tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga wadah kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ide antar pelaku ekonomi. Ia berharap momentum ini mampu membuka peluang kerja sama strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional, sehingga potensi Kotim semakin dikenal luas.
“Peningkatan jumlah peserta dan pengunjung ini menjadi dorongan bagi kita untuk terus menciptakan peluang kerja sama yang lebih besar, agar Kotim semakin menarik di mata para pelaku usaha,” jelasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Diskop UKM Perindag Kotim juga melaksanakan operasi pasar murah bekerja sama dengan Bulog serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sebanyak kurang lebih 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat, dengan isi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan satu kaleng susu kental manis.
Tak hanya itu, stand-stand peserta Sampit Expo juga dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari awak media profesional dan independen. Penilaian tersebut akan menentukan stand terbaik serta pemenang berbagai perlombaan pendukung lainnya.
Sementara itu, Festival Budaya Habaring Hurung turut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kotim dengan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional.
Di sisi lain, Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 yang digelar di Gedung Futsal Indoor menghadirkan berbagai lomba kerajinan, seperti lomba menjahit, ecoprint, dan lomba mewarnai yang diikuti peserta dari kecamatan hingga sekolah-sekolah se-Kotim.
Mengakhiri laporannya, Johny menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia berharap semangat kolaborasi dan inovasi yang terbangun melalui Sampit Expo 2026 dapat terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Timur.
“Mari kita terus menjaga semangat membangun Kotawaringin Timur tercinta, dengan inovasi yang semakin berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post