SAMPIT – Penutupan Sampit Expo 2026 yang dirangkai dengan Gelora Kriya Dekranasda Kotawaringin Timur dan Festival Budaya Habaring Hurung menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam membangun daerah secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik dan infrastruktur, tetapi juga penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya.
“Pemerintah mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya rangkaian kegiatan tersebut,”kata Staf Ahli Bupati Kotim Rafiq Iswandi, yang mewakili pemerintah daerah pada acara penutupan, Rabu 14 Januari 2026.
Ia menyebut keberhasilan Sampit Expo 2026 tidak lepas dari kerja keras panitia, pelaku UMKM, pengrajin, seniman, budayawan, komunitas kreatif, sponsor, serta seluruh mitra yang berpartisipasi aktif.
Menurutnya, Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung bukan sekadar ajang seremonial, tetapi telah berkembang menjadi ruang strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah dan karya kriya lokal, sekaligus wadah ekspresi dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Kotim.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan dan karya kriya lokal, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif,” tegasnya.
Rafiq juga memberikan penghargaan kepada para pelaku UMKM dan pengrajin yang dinilai mampu menunjukkan produktivitas, inovasi, serta daya saing di tengah tantangan ekonomi.
“Capaian tersebut merupakan modal penting untuk mewujudkan UMKM Kotim yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,”ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, serta mitra pembangunan lainnya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Dukungan tersebut dinilai penting, terutama dalam pembinaan, pendampingan, serta perluasan akses pasar bagi UMKM, sekaligus menjaga keberlanjutan pelestarian budaya daerah.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi, agar UMKM kita semakin berkembang dan budaya daerah tetap lestari,” katanya.
Lebih jauh, Rafiq menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, penguatan ekonomi rakyat, nilai-nilai budaya, serta kebersamaan sosial harus menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan Kotim ke depan.
“Melalui kegiatan ini, kita menegaskan komitmen bahwa pembangunan daerah dilaksanakan secara menyeluruh, mencakup aspek ekonomi kerakyatan, nilai budaya, dan kebersamaan sosial,” imbuhnya.
Ia berharap, Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya dan menjadi agenda tahunan unggulan. Dengan pengelolaan yang semakin baik, kegiatan tersebut diyakini mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kotawaringin Timur.
“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda unggulan tahunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post