SAMPIT – Arus penumpang angkutan laut di Pelabuhan Sampit selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat mengalami kontraksi dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Penurunan ini terjadi meski aktivitas kapal justru lebih padat, menandakan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Posko Angkutan Laut Nataru 2025/2026, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa target awal peningkatan penumpang tidak tercapai akibat sejumlah faktor eksternal.
“Periode angkutan tahun ini lebih singkat, hanya 19 hari, ditambah kondisi cuaca yang kurang bersahabat serta pergeseran pilihan moda transportasi ke jalur udara maupun pelabuhan lain,” ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah kunjungan kapal tidak serta-merta berbanding lurus dengan jumlah penumpang. Pada Nataru kali ini tercatat 11 kunjungan kapal, naik signifikan dibandingkan tujuh call pada periode sebelumnya, namun total pergerakan penumpang justru menurun.
“Fakta di lapangan menunjukkan masyarakat lebih selektif memilih jalur perjalanan,” tambahnya.
Data KSOP Kelas III Sampit menunjukkan, jumlah penumpang naik pada Nataru 2025/2026 mencapai 2.837 orang, meningkat 8,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun di sisi lain, penumpang turun menurun tajam menjadi 2.577 orang atau berkurang 14,83 persen, sehingga secara keseluruhan total pergerakan penumpang turun sekitar 3,99 persen.
Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menilai penurunan ini juga tidak lepas dari perbedaan masa operasional posko yang lebih pendek dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, ia memastikan pelayanan angkutan laut tetap berjalan optimal.
“Selama 19 hari pelaksanaan posko, kami fokus pada pengawasan keselamatan, kesiapan kapal, serta kenyamanan penumpang,” katanya.
Hotman menegaskan, tidak ada insiden menonjol selama masa Nataru dan seluruh pelayaran ke Surabaya maupun Semarang berlangsung normal. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci kelancaran layanan.
“Masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan laut dengan aman dan tertib,” tandasnya.
Penutupan Posko Angkutan Nataru 2025/2026 secara nasional dilakukan pada 5 Januari 2026 oleh Menteri Perhubungan dan diikuti secara daring oleh KSOP Sampit bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan ini menandai berakhirnya pengawasan terpadu yang dinilai sukses dan humanis, meski diwarnai dinamika perubahan arus penumpang.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post