• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Lomba Lemang di HUT Kotim, Yuspianus Marwani Angkat Kembali Cita Rasa Asli Dayak

Lomba Lemang di HUT Kotim, Yuspianus Marwani Angkat Kembali Cita Rasa Asli Dayak

Rabu, 7 Januari 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:DIAN/MATA KALTENG - Lomba membuat lemang dalam rangka HUT Kotim, 7 Januari 2026.

Foto:DIAN/MATA KALTENG - Lomba membuat lemang dalam rangka HUT Kotim, 7 Januari 2026.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Lomba membuat lemang yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan kuliner. Kegiatan ini menjadi ruang pelestarian budaya, sekaligus pengingat akan kekayaan kuliner tradisional Dayak yang kini mulai jarang ditemui.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Yuspianus Marwani, pembuat lemang yang telah puluhan tahun menetap di Kalimantan.

Baca juga berita lainnya

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

“Lemang merupakan makanan khas Dayak yang memiliki nilai budaya kuat dan biasanya dibuat pada momen-momen penting, seperti setelah panen padi atau saat mulai menanam padi,”ujarnya, Rabu 7 Januari 2026.

Menurutnya, cara memasak lemang Dayak memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari daerah lain.

“Ini budaya asli Dayak. Memang di daerah lain juga ada lemang, tapi cara memasaknya berbeda. Ada yang pakai bumbu bawang, daun pandan, dan macam-macam. Kalau lemang tradisional orang Dayak cuma pakai santan dan garam saja,” ujarnya.

Ia menyebutkan, proses pembuatan lemang membutuhkan ketelatenan dan waktu yang tidak singkat. Beras yang telah dicampur santan dan garam dimasukkan ke dalam bambu, kemudian dibalut daun pisang sebelum dibakar secara perlahan.

“Pembuatannya kurang lebih dua setengah jam, tergantung besar bambunya. Semakin besar bambunya, semakin lama juga waktu memasaknya. Cara membakarnya pun harus hati-hati,” jelasnya.

Meski sederhana dari sisi bahan, rasa lemang dinilai sangat khas dan gurih. Lemang bisa disantap dengan berbagai lauk pendamping, seperti sate atau opor ayam, namun tanpa lauk pun tetap nikmat.

“Hasil masakannya bisa dimakan dengan sate, opor ayam, atau masakan lainnya. Bahkan tanpa lauk atau sayur pun, lemang ini sudah bisa dinikmati karena rasanya memang sudah gurih,” katanya.

Yuspianus sendiri bukan asli Kalimantan. Ia berasal dari Sulawesi Tengah, sementara sang istri berasal dari Kasongan. Namun, ia mengaku telah lebih dari 40 tahun menetap di Kalimantan dan merasa lemang Dayak sudah menjadi bagian dari hidupnya.

“Saya dari Sulawesi Tengah, istri dari Kasongan. Tapi saya sudah puluhan tahun, lebih dari 40 tahun, tinggal di Kalimantan,” tuturnya.

Ketertarikannya menggeluti usaha lemang bermula dari keprihatinan melihat semakin sedikit orang yang mau membuat makanan khas Dayak tersebut. Sejak masih sekolah, ia sudah terbiasa membantu orang tua membuat lemang.

Setelah pensiun sebagai guru, ia memutuskan untuk menekuni usaha pembuatan lemang secara serius.

“Sejak saya sekolah, saya sudah ikut bantu-bantu orang tua membuat lemang. Setelah saya pensiun jadi guru, saya langsung menggeluti usaha berjualan dan membuat lemang,” ungkapnya.

Saat ini, Yuspianus mengaku hampir setiap hari menerima pesanan lemang, baik untuk kebutuhan acara pernikahan, kegiatan adat, hingga ibadah. Bambu sebagai bahan utama biasanya diperoleh dari beberapa wilayah, seperti Desa Luwuk Bunter atau Kandan di Kecamatan Kota Besi.

“Bambunya biasanya kami cari di Luwuk Bunter atau Kandan di Kecamatan Kota Besi. Konsumennya cukup banyak di Kabupaten Kotim, biasanya ada yang pesan untuk acara pernikahan, acara adat, atau ibadah,” jelasnya.

Melalui lomba memasak lemang dalam rangka HUT Kotim ini, Yuspianus berharap generasi muda semakin terpanggil untuk melestarikan kuliner tradisional Dayak. Ia menegaskan bahwa peran anak muda sangat penting agar warisan budaya ini tidak hilang ditelan zaman.

“Mudah-mudahan dengan adanya lomba memasak lemang ini, generasi muda kita bisa terpanggil untuk ikut melestarikan makanan khas Dayak. Kalau bukan pemuda kita, siapa lagi? Yang tua-tua ini hanya bisa menjadi contoh,” pungkasnya.

Bagi Yuspianus, lemang bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan, tradisi, dan identitas budaya Dayak yang patut dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Rezeki di Tengah Keramaian HUT Kotim, Kisah Nonoy Pedagang Asongan dari Banjarmasin

Next Post

Prioritas 2026: Kotim Fokus SDM, Kesehatan, dan Pembangunan Gedung Multiguna

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Tani Merdeka Kotim Ditargetkan Bangun Jaringan hingga Desa, Fokus Kawal Persoalan Petani

Rabu, 22 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pasar Rakyat Dituntut Beradaptasi di Tengah Perubahan Perdagangan, APPSI Kalteng Bahas Strategi Penguatan Pedagang

Selasa, 21 Juli 2026
Load More
Next Post

Prioritas 2026: Kotim Fokus SDM, Kesehatan, dan Pembangunan Gedung Multiguna

Rudianur Dorong Kotim Fokus Bangun SDM di Tengah Laju Pertumbuhan Daerah

Datangi Tongkrongan Remaja, Polsek Bukit Batu Rangkul Mereka Cegah Dampak Pergaulan Bebas

Dukung SPPG Lingkup Polda Kalteng, Kapolresta dan Ketua Bhayangkari Cabang Kota Palangka Raya Ikuti Zoom Meeting

Bhabinkamtibmas Polsek Sabangau Sharing Kamtibmas dengan Warga

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK