• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Tahun Pertama RPJMD, Kemiskinan Jadi Catatan Baperrida Kotim

Tahun Pertama RPJMD, Kemiskinan Jadi Catatan Baperrida Kotim

Rabu, 31 Desember 2025
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:DIAN/MATA KALTENG - Rapat evaluasi akhir tahun 2025 Pemkab Kotim, 30 Desember 2025.

Foto:DIAN/MATA KALTENG - Rapat evaluasi akhir tahun 2025 Pemkab Kotim, 30 Desember 2025.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Memasuki tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperrida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan daerah sepanjang 2025.

Dari hasil evaluasi tersebut, isu kemiskinan menjadi salah satu catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius ke depan.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

“Evaluasi dilakukan berdasarkan sistem perencanaan pembangunan yang telah disusun secara berjenjang dan terukur,”kata Kepala Baperrida Kotim, Alang Arianto, Rabu 31 Desember 2025.

Mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 20 tahunan, kemudian diturunkan ke RPJMD lima tahunan, hingga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahunan.

“Kalau dari kami di Baperrida, tentu acuannya itu RPJPD 20 tahun. Itu kita turunkan ke RPJMD lima tahun, lalu ke RKPD yang satu tahun,” ujar Alang.

Menurutnya, tahun 2025 memiliki posisi strategis karena menjadi tahun pertama pelaksanaan visi dan misi bupati dan wakil bupati periode 2025–2029. Oleh karena itu, target-target pembangunan yang tertuang dalam RKPD 2025 menjadi pijakan awal untuk menilai arah kebijakan pemerintah daerah.

“Karena 2025 ini tahun pertama melaksanakan tugas sebagai bupati dan wakil bupati. Jadi di RKPD 2025 itu sudah ada target, baik target indikator makro maupun indikator kinerja daerah,” jelasnya.

Alang menyebutkan, indikator makro yang menjadi fokus pemerintah daerah jumlahnya sekitar lima indikator utama, di antaranya tingkat kemiskinan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara indikator kinerja daerah atau IKD jumlahnya mencapai sekitar 40 indikator yang menggambarkan arah dan prioritas kebijakan kepala daerah.

Dari hasil refleksi pelaksanaan target tersebut, Baperrida menilai sebagian besar indikator menunjukkan capaian yang relatif baik. Namun demikian, terdapat satu indikator yang dinilai mengalami dinamika cukup signifikan, yakni indikator kemiskinan.

“Kalau kita refleksi pelaksanaan target itu, rata-rata sebenarnya baik saja. Cuma yang jadi persoalan, di indikator kemiskinan ini ada kenaikan sekitar 0,7 persen,” ungkap Alang.

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut jika dikaitkan dengan jumlah penduduk Kotim saat ini setara dengan sekitar 10 ribu jiwa. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan tahun berikutnya.

“Nah ini yang perlu kita bahas dan kita benahi di 2026, bagaimana kekurangan yang ada di 2025 ini bisa kita perbaiki,” katanya.

Terkait langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan, Alang menyebutkan bahwa dalam jangka pendek pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki banyak program, terutama yang berkaitan dengan bantuan sosial dan program perlindungan masyarakat. Namun, persoalan yang kerap muncul adalah perbedaan dan validitas data kemiskinan.

“Kalau bicara kemiskinan, programnya itu banyak, ada bantuan-bantuan. Tapi yang jadi persoalan, kita ini masih sering debat data, terutama dengan teman-teman di BPS,” ujarnya.

Ia mengakui adanya selisih data antara yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data administrasi kependudukan dari Dukcapil maupun data sektoral di perangkat daerah lain, seperti Dinas Sosial. Perbedaan ini berdampak pada penentuan sasaran program penanggulangan kemiskinan.

“Data BPS dengan data Dukcapil itu kadang-kadang selisih. Baperrida ambil data BPS, dinas sosial punya data sendiri, itu bisa beda,” jelas Alang.

Untuk menjembatani persoalan tersebut, Baperrida Kotim telah membentuk Forum Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah. Forum ini bertujuan untuk menyatukan, menyelaraskan, dan memperkuat validitas data antarperangkat daerah agar menjadi satu rujukan bersama.

“Di Baperrida ini sudah kita bentuk Forum Satu Data Indonesia. Ini sudah berjalan, tinggal bagaimana ke depan data ini tidak lagi berbeda-beda,” tegasnya.

Alang juga menyoroti metode pendataan kemiskinan yang dilakukan BPS melalui survei responden. Menurutnya, kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat dinamis, sehingga status kemiskinan seseorang bisa berubah dalam waktu relatif singkat.

“Responden yang diwawancarai itu kan periodenya berbeda-beda. Bisa saja dulu masuk kategori miskin, tapi dua atau tiga bulan kemudian sudah dapat rezeki dan kondisinya berubah. Ini yang perlu kita telusuri lebih jauh,” ujarnya.

Di sisi lain, keterbatasan keuangan daerah juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menekan angka kemiskinan. Alang menjelaskan bahwa struktur keuangan daerah Kotim masih sangat bergantung pada transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang peruntukannya sudah ditentukan.

“TKD itu, kalau bahasanya Kemendagri, dipakai untuk belanja pegawai, belanja operasional, dan pelayanan publik. Jadi posnya sudah jelas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah harus selektif dan cermat dalam merancang program pembangunan. Untuk mendorong pembangunan tambahan, pemerintah daerah harus mengusulkan program ke kementerian terkait melalui mekanisme yang cukup panjang.

“Kalau kita mau pembangunan lagi, kita harus mengusulkan ke kementerian. Itu nanti harus disetujui Pak Gubernur selaku wakil pemerintah pusat, dan juga melalui perwakilan kita di DPR RI, khususnya komisi yang membidangi infrastruktur,” jelas Alang.

Ia menegaskan bahwa target pemerintah daerah bukan untuk menghapus kemiskinan secara total, melainkan menurunkannya secara bertahap dan realistis sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Menghilangkan kemiskinan itu tidak mungkin. Target kita itu mengurangi,” ujarnya.

Alang juga menyinggung pesatnya pertumbuhan penduduk di Kotim sepanjang 2025 yang turut mempengaruhi angka kemiskinan secara statistik. Menurutnya, pertambahan penduduk yang cukup signifikan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan ke depan.

“Nah apakah kenaikan ini juga karena pertambahan penduduk kita yang cepat, itu juga harus kita lihat,” katanya.

Ke depan, Baperrida Kotim akan memfokuskan evaluasi pada efektivitas program penanggulangan kemiskinan di masing-masing OPD. Hampir setiap perangkat daerah memiliki program yang berkaitan dengan isu tersebut, sehingga perlu dipantau apakah program berjalan optimal atau justru menghadapi hambatan.

“Di setiap OPD itu ada program penanggulangan kemiskinan. Tinggal kita pantau, mana yang tidak jalan, apa hambatannya, itu yang akan kita perbaiki di 2026,” pungkas Alang.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Perampingan OPD Kotim Masih Dikaji, Baperrida Ingatkan Risiko Penganggaran

Next Post

Polresta Palangka Raya Tangani Cepat Laporan Penganiayaan

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Polresta Palangka Raya Tangani Cepat Laporan Penganiayaan

Polda Kalteng Tangani 13 Kasus Korupsi dan 34 Kasus SDA Tahun 2025

Ditpolairud Polda Kalteng Perketat Pengawasan Penangkapan Ikan

Pengunjung Wisata Alam Salju Sampit Tewas Tenggelam

DPRD Kotim Imbau Orang Tua dan Pengelola Wisata Lebih Waspada Usai Anak Tenggelam di Danau Salju Sampit

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK