SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pembentukan Tim Kencana (kecamatan tangguh bencana) sebagai kepanjangan tangan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat saat bencana terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyebutkan, Program Kencana merupakan akselerasi dari upaya penanggulangan bencana yang selama ini terpusat di BPBD, agar lebih dekat dengan masyarakat melalui basis kecamatan.
“Program Kencana ini merupakan akselerasi kepanjangan tangan dari program penanggulangan bencana di basis kecamatan. Kita ada 17 kecamatan dan kita berharap teman-teman di kecamatan bisa menjadi bagian dan berkontribusi baik saat bencana maupun pada saat mitigasi,” ujar Multazam, Senin 29 Desember 2025.
Ia menegaskan, pembentukan Tim Kencana bertujuan agar kehadiran pemerintah dalam penanggulangan bencana bisa lebih cepat dan tidak selalu menunggu BPBD hadir di lokasi. Pasalnya, dalam kondisi tertentu BPBD tidak selalu bisa langsung menjangkau seluruh wilayah dalam waktu singkat.
“Selama ini kehadiran pemerintah itu diminta cepat. Nah, kita berharap teman-teman di kecamatan ini bisa seiring dan sinergis dalam penanggulangan kebencanaan, sehingga tidak parsial,” jelasnya.
Melalui Tim Kencana, BPBD akan memberikan tambahan pengetahuan kepada aparatur kecamatan terkait pengenalan risiko dan bahaya bencana di wilayah masing-masing. Mulai dari langkah awal penanganan bencana, pengumpulan data, hingga perhitungan kerugian dan kerusakan.
“Kalau ada bencana apa pun, mereka sudah siap karena diberi bekal. Misalnya banjir, bagaimana penanganan di awal, bagaimana menghimpun data, menghitung kerugian serta kerusakan, karena kami BPBD tidak serta-merta bisa hadir dengan cepat,” terang Multazam.
Pembentukan Tim Kencana ini juga merupakan pengembangan dari konsep Destana atau Desa Tangguh Bencana yang sebelumnya sudah ada. BPBD Kotim menilai, pendekatan tersebut perlu dirangkum di tingkat kecamatan agar koordinasi lebih efektif dan terhubung langsung dengan BPBD.
“Sebelumnya kita sudah mengenal Destana, desa tangguh bencana. Kenapa tidak kita rangkum ke atas, sehingga Kencana ini bisa lebih aktif dan terhubung kembali ke BPBD,” katanya.
BPBD Kotim berencana meluncurkan Program Kencana secara resmi bertepatan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Meski diakui prosesnya sedikit terlambat, Multazam berharap program ini bisa segera berjalan.
“Mudah-mudahan di Musrenbang kecamatan nanti sudah mulai start atau awal. Memang agak terlambat prosesnya, tapi ini kita dorong supaya bisa segera berjalan,” ujarnya.
Sejumlah kecamatan telah didorong untuk lebih awal membentuk Tim Kencana, di antaranya Kecamatan Bukit Santuai, Mentaya Bayu Ketapang, Baamang, Teluk Sampit, Mentaya Hulu, dan Telaga Antang.
Dengan pembentukan Tim Kencana, BPBD Kotim berharap penanggulangan bencana di daerah dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis kesiapsiagaan sejak tingkat kecamatan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post