SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dan inovator terbaik dalam Ajang Inovasi Daerah Kabupaten Kotim Tahun 2025.
Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Evaluasi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Selasa 30 Desember 2025, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perangkat daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis inovasi.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kerja keras perangkat daerah yang terus berupaya menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap inovasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi terus dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, Selasa 30 Desember 2025.
Pada kategori inovasi dengan skor kematangan tertinggi, Geoportal yang diinisiasi oleh Bapperida Kabupaten Kotim berhasil meraih nilai 108, sekaligus menjadi inovasi dengan skor tertinggi pada tahun 2025.
Geoportal dinilai mampu menghadirkan sistem informasi spasial yang terintegrasi dan mendukung perencanaan pembangunan daerah secara lebih akurat dan berbasis data.
Selain Geoportal, dua inovasi lainnya juga memperoleh skor kematangan tinggi dengan nilai 105, yakni PETA yang digagas oleh Setya Putera, SH dari Satpol PP Kabupaten Kotim, serta SIPORAKOTIM yang diinisiasi oleh Wimrk Benung, S.Sos dari Dispora Kabupaten Kotim.
“Kedua inovasi tersebut memiliki dampak nyata dalam mendukung tugas dan fungsi perangkat daerah serta pelayanan kepada masyarakat,”ucapnya.
Sementara itu, pada kategori perangkat daerah dengan jumlah inovasi terbanyak, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotim dan Satpol PP Kabupaten Kotim masing-masing mencatatkan empat inovasi sepanjang tahun 2025.
Capaian ini menunjukkan komitmen kedua perangkat daerah dalam mengembangkan ide-ide baru yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Selain itu, RSUD dr. Murjani Sampit juga menerima penghargaan setelah berhasil menghadirkan tiga inovasi di sektor pelayanan kesehatan. Inovasi tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan mutu layanan serta efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
Irawati menegaskan, keberhasilan inovasi daerah tidak hanya diukur dari skor atau jumlah inovasi, tetapi dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus berkolaborasi dan meningkatkan kualitas inovasi agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari perangkat daerah, baik berbasis teknologi maupun nonteknologi, sehingga pelayanan publik di Kotim semakin cepat, transparan, dan berkualitas,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post