SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merampungkan penyusunan infografis kebencanaan tahun 2025 yang memuat pemetaan kejadian bencana berdasarkan karakteristik wilayah di seluruh kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, infografis tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana karena disusun berdasarkan data riil penanganan bencana yang selama ini dilakukan BPBD.
“Kami baru menyelesaikan infografis tahun 2025, hari ini akan kami finishing. Nanti terlihat daerah mana hasil pencatatan kami yang pernah kami tangani, banjir berapa kali, kebakaran hutan dan lahan berapa kali, dan cuaca ekstrem berapa kali, fokusnya memang tiga jenis bencana ini,” kata Multazam, Senin 29 Desember 2025.
Ia menjelaskan, penyusunan infografis tersebut juga dilengkapi dengan data tambahan berupa proses pencarian dan pertolongan (search and rescue) yang pernah ditangani BPBD Kotim, sehingga gambaran risiko kebencanaan di setiap wilayah menjadi lebih komprehensif.
Menurut Multazam, karakteristik bencana di Kotim sangat beragam dan tidak bisa disamaratakan. Wilayah selatan Kotim, kata dia, lebih dominan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara wilayah utara lebih rawan banjir. Adapun wilayah tengah Kotim memiliki potensi dua ancaman sekaligus, yakni banjir dan karhutla.
“Setiap kecamatan itu berbeda-beda karakteristiknya. Daerah selatan Kotim terkenal dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan, di utara terkenal dengan banjir, sementara di wilayah tengah dua-duanya itu ada,” ujarnya.
Infografis tersebut nantinya juga akan didukung dengan distribusi peta-peta tematik sesuai kondisi daerah, seperti peta rawan banjir dan peta rawan karhutla. Peta tematik ini diharapkan menjadi rujukan awal bagi pemerintah kecamatan dalam memahami potensi risiko bencana di wilayahnya masing-masing.
BPBD Kotim juga berencana memanfaatkan berbagai saluran komunikasi yang ada untuk menyampaikan informasi dan edukasi kebencanaan berbasis data tersebut kepada kecamatan. Tidak hanya melalui pertemuan langsung, tetapi juga melalui koordinasi jarak jauh.
“Nanti kita gunakan saluran-saluran komunikasi yang ada, kita coba deliver beberapa pengetahuan, dan pada waktu tertentu kita bisa by phone bagaimana melakukan kolaborasi itu,” jelas Multazam.
Dengan rampungnya infografis kebencanaan 2025 ini, BPBD Kotim berharap upaya mitigasi dan penanggulangan bencana ke depan dapat dilakukan lebih terarah, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi riil masing-masing wilayah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post