SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempercepat pelaksanaan rekonstruksi jalan yang dibiayai melalui anggaran perubahan tahun 2025. Meski dikejar waktu penyelesaian hingga akhir Desember serta menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sesuai jadwal dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang serta Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menegaskan bahwa seluruh proses rekonstruksi jalan saat ini telah berjalan sesuai perencanaan.
“Untuk proses rekonstruksi jalan di Kotim khususnya di perubahan anggaran 2025, Alhamdulillah semuanya sudah berjalan sesuai yang kita harapkan. Memang kita dikejar waktu karena Desember ini harus selesai, tapi kami tetap optimis bisa menyelesaikan semuanya sesuai dengan jadwal yang ada,” ujarnya, Senin 15 Desember 2025.
Mentana menjelaskan, terdapat tujuh paket prioritas dengan total anggaran mencapai Rp23,4 miliar yang difokuskan untuk peningkatan dan rekonstruksi jalan di berbagai wilayah. Dari keseluruhan pekerjaan tersebut, terdapat delapan kegiatan utama yang saat ini tengah berjalan dengan progres bervariasi, mulai dari 70 hingga 80 persen, bahkan ada yang lebih.
“Kegiatan utama ada delapan, termasuk Jalan Pramuka, Nyai Enat, Wengga, kemudian di Kecamatan Kota Besi, Jalan Samuda yang progresnya sudah lebih dari 70 persen, ada yang 80 persen juga,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menutup mata bahwa masih ada beberapa kegiatan yang progresnya belum maksimal. Kondisi ini akan terus dipacu dengan sisa waktu yang ada, tanpa mengesampingkan aspek teknis dan mutu pekerjaan.
“Ada juga kegiatan yang progresnya masih kurang, ini yang akan kita pacu dengan sisa waktu yang ada. Kita dikejar waktu dan cuaca yang tidak menentu, tapi kami tetap berupaya agar pekerjaan selesai tanpa mengabaikan nilai-nilai teknis dan standar kualitas,” tegas Mentana.
Ia menambahkan, pelaksanaan rekonstruksi jalan tidak hanya terfokus di wilayah dalam kota, tetapi tersebar di sejumlah kecamatan di Kotim. Hal ini dilakukan agar pemerataan infrastruktur dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Adapun rincian paket pekerjaan prioritas tersebut antara lain Jalan Pramuka dengan panjang sekitar Rp2,1 kilometer, Jalan Nyai Enat sepanjang 656 meter, Jalan Wengga sepanjang 353 meter, Jalan Samudra di Kecamatan Kota Besi sepanjang 256 meter, serta Jalan Desa Parenggean sepanjang 985 meter.
Selain itu, terdapat peningkatan Jalan Anggur 3 sepanjang 482 meter, jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sepanjang 515 meter dengan konstruksi mix aggregate dan aspal, serta Jalan Bengkirai sepanjang 1,610 kilometer menggunakan agregat B.
Mentana menegaskan, meskipun target penyelesaian cukup ketat, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas hasil pekerjaan agar infrastruktur jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Artinya kita tetap tidak mengabaikan standar dan kualitas yang sudah ditetapkan. Harapannya, seluruh pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kotim,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post