SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan pengamanan terpadu menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan masyarakat pada malam pergantian tahun yang setiap tahunnya dipusatkan di kawasan pantai tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Rihel, mengatakan bahwa rencana pengamanan telah dibahas dalam rapat koordinasi pada pekan lalu. Dalam rapat tersebut disepakati pembangunan posko pengamanan sekaligus penempatan personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam Tahun Baru.
“Dalam rapat minggu yang lalu itu, salah satu persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru adalah kesiapan keamanan dan ketertiban. Otomatis nanti termasuk personel yang akan bergeser ke kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran,” ujarnya, Senin 15 Desember 2025.
Rihel menjelaskan, Pantai Ujung Pandaran hampir selalu menjadi titik keramaian pada malam 31 Desember hingga 1 Januari. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai perlu adanya pengamanan ekstra guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung di kawasan pantai.
“Biasanya malam 31 Desember atau tanggal 1 Januari itu sudah ramai, makanya pasukan akan digeser ke arah Ujung Pandaran,” katanya.
Pengamanan akan melibatkan personel lintas sektor, mulai dari SAR, Polisi Perairan (Airud), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Seluruh unsur tersebut akan bersinergi untuk melakukan pengawasan, penanganan cepat jika terjadi kecelakaan, serta menjaga ketertiban umum di kawasan wisata.
“Siapa yang nanti jaga-jaga kalau terjadi kecelakaan, dari SAR, Airud, BPBD, sampai Satpol, semuanya akan digeser ke sana untuk persiapan,” jelas Rihel.
Selain kesiapan personel, Disbudpar Kotim juga menaruh perhatian serius terhadap faktor cuaca yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengunjung. Informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menjadi acuan utama dalam pengambilan langkah pengamanan di lapangan.
“Kami juga akan memperhatikan kondisi cuaca, apakah laut bergelombang tinggi atau tidak. Informasi terakhir dari BMKG itu yang harus benar-benar kita perhatikan,” ungkapnya.
Menurut Rihel, himbauan kepada masyarakat dan wisatawan akan terus disampaikan, terutama jika terjadi peningkatan gelombang laut. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian berbahaya, seperti pengunjung yang terlalu dekat dengan bibir pantai saat kondisi laut tidak bersahabat.
“Jangan sampai ada kejadian seperti orang duduk santai di pantai tapi kemudian hanyut karena gelombang tinggi. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.
Dengan kesiapan posko pengamanan, personel gabungan, serta pemantauan cuaca secara berkala, Pemkab Kotim berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post