SAMPIT – Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Tengah Sugianto, memaparkan perkembangan program Listrik Desa (Lisdes) melalui APBN 2025 yang akan menyasar 12 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Program ini dianggap sebagai langkah penting dalam percepatan elektrifikasi wilayah pedalaman, terutama yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses energi.
“Roadmap Lisdes 2025 sudah disusun dan Kotawaringin Timur menjadi salah satu prioritas dengan 12 desa yang akan dibangun jaringan baru. Jika seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana, rasio desa berlistrik kita meningkat signifikan,” kata Sugianto dalam paparannya, Senin 24 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jaringan meliputi penarikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang sekitar 156,68 km dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sekitar 57,12 km, dengan total gardu distribusi berkapasitas 1.450 kVA. Program ini diarahkan untuk melayani 1.626 calon pelanggan baru.
“Pekerjaan meliputi pembangunan JTM dan JTR, serta pemasangan gardu distribusi yang akan menyalurkan listrik ke desa sasaran. Kami ingin memastikan seluruh proses terpenuhi agar masyarakat dapat segera menikmati layanan listrik yang andal,” tegasnya.
Sugianto merinci desa-desa yang akan mendapat pembangunan jaringan listrik baru, tersebar di Kecamatan Bukit Santuai dan Cempaga Hulu.
Untuk Kecamatan Bukit Santaui yakni Tumbang Batu, Luwuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Torung
Tewai Hara, Tumbang Getas, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, Tumbang Payang dan Tumbang Saluang.
Sedangkan Kecamatan Cempaga Hulu yaitu Selucing dan Tumbang Koling.
Ia menyebut beberapa desa bahkan menjadi titik pengambilan jaringan, seperti Batu Agung, Pundu, Damar Makmur, hingga desa-desa lain yang secara teknis memungkinkan untuk ditarik jaringan baru.
“Dengan kondisi geografis Kotim yang luas dan banyak desa berada di pedalaman, pekerjaan ini tidak mudah. Namun kami berkomitmen untuk menyelesaikannya karena listrik adalah kebutuhan dasar yang menentukan kemajuan wilayah,” ungkapnya.
Sugianto berharap pembangunan yang didanai Anggaran Belanja Tambahan (ABT) APBN 2025 ini dapat terlaksana optimal sehingga masyarakat desa dapat menikmati akses listrik layak, stabil, dan aman.
“Semoga seluruh tahapan berjalan lancar. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting agar proses pembangunan berjalan sesuai target,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post