PALANGKA RAYA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Komisi II DPRD Kalimantan Tengah mulai melakukan pemantauan awal terhadap potensi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok.
Sejumlah komoditas dinilai rawan mengalami gejolak harga sehingga membutuhkan antisipasi sejak dini. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, mengatakan pihaknya telah mulai mencermati kondisi pasar dan koordinasi dengan dinas teknis, terutama Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan yang menjadi mitra kerja komisi II.
“Ini memang sudah mulai kita perhatikan karena sudah mendekati Natal dan Tahun Baru. Komisi II membidangi dinas-dinas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya, Senin 24 November 2025. Menurut Bambang, situasi harga pangan sejauh ini tergolong stabil. Stok di Bulog juga dilaporkan aman dan belum ada tanda-tanda gangguan pasokan.
“Kalau dilihat secara umum, saya kira masih stabil. Dari sisi suplai, Bulog kita juga siap. Belum ada laporan resmi atau pemberitaan yang menunjukkan harga mulai naik,” jelasnya. Meski begitu, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap komoditas tertentu seperti telur dan minyak goreng, yang historisnya sering naik jelang hari besar keagamaan.
“Biasanya menjelang hari besar, dua komoditas itu yang paling rawan mengalami kenaikan,” tambahnya. Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Komisi II berencana melakukan pengecekan langsung di pasar-pasar tradisional. “Seperti biasa, menjelang hari besar keagamaan kami turun ke dapil masing-masing, biasanya tiga hari sebelum Natal,” kata Bambang.
Pemantauan itu meliputi harga, ketersediaan pasokan, hingga kesiapan pemerintah daerah dalam menstabilkan kebutuhan pokok masyarakat. “Kita ingin memastikan tidak ada kenaikan harga yang tidak wajar dan pemerintah daerah benar-benar siap,” tegasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post