SAMPIT – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur memulai kegiatan profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari implementasi manajemen talenta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari dan diikuti secara bertahap oleh pejabat eselon serta ASN yang memenuhi kriteria.
“Hari ini kegiatan profiling ASN sudah berjalan. Satu sesi terdiri dari 50 orang, dan dalam satu hari dilaksanakan dua sesi, yakni pukul 08.00–12.00 dan dilanjutkan pukul 13.00–17.00,” ujar Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makalepu, Senin 24 November 2025.
Ia menjelaskan, peserta yang diprioritaskan pada tahap awal adalah pejabat administrator eselon II dan III, pejabat pengawas eselon IV, serta beberapa pejabat fungsional ahli muda.
Selain itu, ASN yang belum mendekati usia pensiun turut menjadi pertimbangan dalam penjadwalan.
Kamaruddin menyampaikan bahwa profiling ini menggunakan standar yang disusun oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), hampir serupa dengan mekanisme tes CPNS. Seluruh hasil tes akan masuk secara otomatis ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang nantinya menjadi bagian dari data profil ASN.
“Data yang masuk akan menghasilkan nilai kompetensi yang menjadi unsur penting dalam pemetaan talenta. Dalam manajemen talenta itu ada sembilan boks penilaian, dan kompetensi inilah salah satu penyusunnya selain kinerja dan unsur lainnya,” jelasnya.
Program yang dikenal dengan sebutan Pro ASN atau pro-tailing ini bertujuan menggambarkan profil kompetensi setiap ASN secara akurat.
Data tersebut menunjukkan sejauh mana kemampuan seseorang dalam berbagai aspek penilaian kepegawaian, sehingga penempatan dan pengembangan karier dapat lebih terukur dan objektif.
“Nantinya hasil penilaian ini akan sangat membantu dalam menentukan posisi seseorang dalam manajemen talenta. Dari profil kompetensi yang terbaca, kita bisa melihat kecenderungan, potensi, hingga posisi yang paling tepat untuk ASN tersebut,” tambah Kamaruddin.
Ia menekankan bahwa data kompetensi ini akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi pimpinan dalam proses rotasi jabatan. Sistem akan menampilkan profil dan nilai setiap ASN, mulai dari kompetensi hingga rekam kinerja. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan daerah.
“Data ini akan tampil dalam profil masing-masing ASN. Kompetensinya terlihat, kinerjanya seperti apa, semuanya menjadi bahan pertimbangan dalam rotasi jabatan. Tapi keputusan penempatan tetap pada pimpinan,” tegasnya.
Dengan berlangsungnya kegiatan profiling ini, BKPSDM berharap proses pembinaan, pengembangan, hingga rotasi ASN ke depan dapat lebih objektif, transparan, dan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah di Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post