SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah terus menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordelev) Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2025, Senin 10 November 2025.
Irawati menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kotim meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2023 tercatat tumbuh sebesar 1,81 persen, dan melonjak menjadi 4,10 persen pada 2024.
Ia optimistis, hingga triwulan ketiga 2025, tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya produktivitas dan sinergi antar sektor.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2025 ini terus mengalami peningkatan. Nanti kita akan dengarkan paparan dari BPS terkait kondisi ekonomi, inflasi, kemiskinan, dan indikator lainnya hingga triwulan ketiga,” ujarnya, Senin 10 November 2025.
Irawati mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat dan dunia usaha. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama menghadapi penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.
“Jika pada 2025 Kabupaten Kotawaringin Timur menerima TKD sebesar Rp1,718 triliun, maka pada 2026 jumlah tersebut menurun menjadi Rp1,380 triliun. Penurunan ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua dalam menjaga kelangsungan pelaksanaan program dan kegiatan prioritas daerah,” jelasnya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Irawati menegaskan pentingnya langkah strategis berupa efisiensi anggaran, optimalisasi sumber pendapatan asli daerah (PAD), serta peningkatan sinergi antar perangkat daerah.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan agar tetap sejalan dengan target RPJMD dan RKPD 2026.
“Kita perlu perencanaan yang adaptif dan inovatif dalam mengelola keuangan daerah. Meskipun dengan keterbatasan fiskal, pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat harus tetap meningkat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek ekonomi dan fiskal, Wabup juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan arah pembangunan daerah yang telah ditetapkan melalui sejumlah dokumen perencanaan utama, di antaranya RPJPD 2025–2045, RPJMD 2025–2029, serta RKPD Tahun 2026.
“Semua perangkat daerah harus memahami bahwa arah pembangunan Kotim telah memiliki pedoman yang jelas. Tugas kita adalah memastikan setiap program berjalan selaras, efektif, dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Kegiatan Rakordelev yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur ini menjadi forum penting dalam mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tahun perencanaan berikutnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post