SAMPIT – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam mengungkapkan bahwa sejak 7 November 2025 telah terjadi sejumlah peristiwa cuaca ekstrem yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang di berbagai titik wilayah.
Ia menyebut, seluruh petugas kebencanaan saat ini bekerja ekstra dalam penanganan di lapangan, termasuk mengevakuasi pohon tumbang dan memperbaiki dampak kerusakan.
“Sejak tanggal 7 November kemarin, sudah beberapa kali terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kotim. Ini sudah masuk kategori bencana cuaca ekstrem. Seluruh pelaku di kesiapsiagaan bencana bekerja ekstra, terutama dalam penanganan darurat pohon tumbang dan dampaknya,” ujar Multazam, Senin 10 November 2025.
Ia menjelaskan, kecepatan angin dalam peristiwa tersebut mencapai kisaran 50 hingga 56 kilometer per jam, cukup kuat untuk menyebabkan sejumlah kerusakan. Salah satu kejadian terparah terjadi di kawasan Simpang Empat Pelantaran, di mana atap salah satu minimarket terbang dan menimpa rumah warga dengan taksiran kerugian mencapai Rp75 juta.
Selain itu, kerusakan juga terjadi di Puskesmas Pundu pada bagian kanopi serta beberapa box culvert yang terangkat oleh akar pohon tumbang.
“Kalau dihitung sejak tanggal 7 sampai 9 November, total sudah ada sekitar tujuh pohon tumbang di beberapa titik, termasuk di kawasan Simpang Pelantaran, di Kecamatan Kota Besi dan jalan Kota Sampit. Pohon-pohon yang tumbang ini tidak semuanya berusia tua, ada juga yang akarnya kurang kuat atau dahan yang terlalu rimbun,” jelasnya.
Multazam menambahkan, proses penanganan di lapangan sempat terkendala oleh adanya kabel-kabel listrik dan jaringan internet yang melintang di lokasi kejadian.
Untuk itu, ia mengimbau agar para pengelola jaringan, baik PLN maupun perusahaan penyedia internet, dapat ikut turun ke lapangan saat terjadi kondisi darurat agar proses penanganan lebih cepat dan aman.
“Kami berharap saat terjadi situasi kritis seperti ini, para pelaku yang mengelola jaringan listrik atau jaringan internet bisa segera turun membantu di lapangan. Hal ini penting karena sering kali kabel menjadi penghalang saat petugas mengevakuasi pohon tumbang,” tegasnya.
Meski tidak ada korban jiwa, Multazam menuturkan kerugian material cukup besar dan memerlukan waktu untuk pemulihan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh tim sektoral masih terus bekerja untuk menyelesaikan dampak-dampak pascabencana tersebut.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post