SAMPIT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Mentana Dhinar Tistama, memastikan seluruh kegiatan pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem dan waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan akhir tahun anggaran.
Ia menegaskan, seluruh pekerjaan sudah disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dirancang agar tetap dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kita antisipasi karena perubahan anggaran baru ditetapkan pada bulan September hingga Oktober. Jadi kami sekarang sudah mulai melaksanakan pekerjaan perubahan, terutama di bidang fisik,”ujar Mentana, Senin 10 November 2025.
Secara teknis lanjutnya, semuanya sudah diperhitungkan, termasuk faktor cuaca dan kondisi lapangan.
“Untuk daerah yang rawan banjir tentu tidak mungkin kita kerjakan dengan konstruksi yang tidak sesuai, jadi semua sudah diperhitungkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski pelaksanaan program dilakukan dalam waktu yang relatif singkat menjelang akhir tahun, pihaknya bersama tim pelaksana proyek dan pengawas lapangan tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas pekerjaan.
Pengawasan intensif dilakukan agar pelaksanaan di lapangan sesuai dengan desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Rekanan, PPK, dan pengawas lapangan semuanya sekarang bekerja keras untuk memantau pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya sesuai standar.
“Kita optimis bisa menyelesaikan target karena cuaca hujan bukan hal baru, kondisi seperti ini sudah kami antisipasi setiap tahun. Perubahan anggaran memang baru bisa dilaksanakan di waktu ini, tapi seluruh desain dan jenis penanganan proyek sudah kami sesuaikan sejak awal,” jelasnya.
Menurut Mentana, terdapat delapan proyek besar yang tengah digarap oleh dinasnya pada tahun anggaran 2025, sebagian besar berupa peningkatan dan perbaikan jalan di sejumlah titik strategis.
Meski demikian, ia mengakui bahwa serapan anggaran masih tergolong rendah karena sebagian besar pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan.
“Kalau untuk proyek besar ada sekitar delapan, sebagian besar di bidang jalan. Secara keseluruhan, realisasi fisik pekerjaan kita sudah mencapai sekitar 68 persen, tetapi serapan anggarannya memang masih di bawah 50 persen karena pekerjaan masih berjalan dan belum 100 persen rampung,” ungkapnya.
Pihaknya juga terus mendorong agar proses pencairan anggaran bisa menyesuaikan dengan progres fisik di lapangan agar tidak menimbulkan keterlambatan administrasi.
Mentana menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas, terutama dalam memastikan setiap pekerjaan sesuai perencanaan serta memenuhi aspek teknis dan keselamatan kerja.
“Yang terpenting bagi kami adalah pekerjaan berjalan sesuai rencana, kualitas terjaga, dan tidak menyalahi ketentuan teknis. Waktu memang terbatas, tapi kita tidak ingin memaksakan pekerjaan yang berisiko merugikan masyarakat atau menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Dinas SDABMBKPRKP Kotim optimis seluruh kegiatan pembangunan yang sudah dijadwalkan dapat diselesaikan sesuai target dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan infrastruktur dasar di daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post