SAMPIT – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya perlindungan kerja, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sampit menyelenggarakan kegiatan Literasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Mahasiswa di Politeknik Sampit.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa semester I, dosen pendamping, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.
Narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan, Ariko Rahmat, memaparkan empat program utama yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).
Ariko juga menjelaskan berbagai manfaat kepesertaan bagi peserta magang, siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta pekerja muda yang baru memasuki dunia kerja.
Menurut Ariko, melalui empat program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja dari berbagai risiko sosial ekonomi yang mungkin terjadi selama masa kerja.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa perlindungan sosial ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja formal, tetapi juga penting bagi mereka yang sedang belajar dan bersiap memasuki dunia kerja,” jelasnya, Kamis 30 Oktober 2025.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sampit, Dwi Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, mengenai pentingnya jaminan sosial.
Menurutnya, kesadaran akan hak perlindungan kerja perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Kegiatan literasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran di lingkungan pendidikan, baik bagi peserta didik maupun para pendidik, bahwa jaminan sosial merupakan hak sekaligus perlindungan penting bagi setiap pekerja,” ujar Dwi Ari Wibowo.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini BPJS Ketenagakerjaan juga ingin mendorong mahasiswa untuk menjadi agen literasi yang dapat menularkan pengetahuan tentang jaminan sosial kepada masyarakat di sekitarnya.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja dan memahami arti penting perlindungan sosial. Literasi ini juga diharapkan dapat disampaikan ke lingkungan pendidikan yang lain,” tuturnya.
Kegiatan literasi tersebut berlangsung interaktif, di mana para mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai manfaat program jaminan sosial, mekanisme pendaftaran, serta peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di Indonesia.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya memiliki perlindungan kerja demi masa depan yang lebih aman dan sejahtera.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post