SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-56 tingkat Kabupaten Kotim tahun 2025 yang digelar di Stadion 29 November, Kecamatan Baamang, Rabu 1 Oktober 2025 malam.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi puncak syiar Islam sekaligus ajang silaturahmi antar-kafilah dari berbagai kecamatan di Kotim.
Dalam sambutannya, Irawati memberikan motivasi khusus bagi para kafilah yang nantinya akan mewakili Kotim di ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 mendatang di Kabupaten Katingan.
“Bagi kafilah yang mewakili Kotim nanti, saya harap bisa bertanding dengan penuh semangat. Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya, Rabu 1 Oktober 2025.
Lebih jauh, Irawati menekankan bahwa MTQ dan FSQ bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sarana penting dalam syiar Islam serta pembinaan generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan MTQ dan FSQ sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin melalui pelaksanaan MTQ dan FSQ dapat terus dipelihara untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, cerdas, dan berdaya saing.
“Akhir kata, saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan dan mendukung setiap upaya pembangunan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan moralitas,” tutupnya.
Penutupan MTQ dan FSQ ke-56 ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berjalan sejak beberapa hari terakhir. Banyak masyarakat turut hadir memeriahkan acara, menyaksikan penampilan para kafilah terbaik, sekaligus memberikan dukungan bagi putra-putri daerah yang akan melanjutkan perjuangan di tingkat provinsi.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post