SAMPIT – DPRD Kotawaringin Timur mengapresiasi dua siswi SMPN 1 Sampit berhasil mengharumkan nama Kotawaringin Timur (Kotim) dan Indonesia setelah meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang World Sustainable Development Goal Challenge (WSDG) 2025 di Cyberjaya, Malaysia.
Prestasi itu diraih oleh Elena Giselle Lantan dan Ilonka Rezky Hyzkia, yang mempresentasikan penelitian inovatif berupa obat tradisional berbahan dasar tanaman gelinggang, tanaman yang biasa digunakan masyarakat Dayak untuk mengatasi gatal dan ketombe.
Penghargaan yang mereka sabet antara lain Gold Award Teacher Innovation, Gold Award Research Student, serta The Best Data Presentation Student. Ajang ini diikuti lebih dari 4.000 peserta dari 20 negara Asia, Eropa, dan Amerika.
“Yang pasti kami dari DPRD Kotawaringin Timur turut berbangga atas prestasi yang sudah ditorehkan oleh salah satu putri terbaik kita. Ia membawa nama harum Kotawaringin Timur, bahkan Indonesia, di tingkat kompetisi internasional,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Kamis 2 Oktober 2025.
Riskon menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelajar Kotim mampu bersaing di level global. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan penghargaan dan dukungan penuh kepada putra-putri daerah berprestasi agar terus berkarya.
“Pemerintah daerah patut memberikan reward kepada putra-putri terbaik Kotim yang berprestasi, baik di bidang pendidikan maupun di jenjang berikutnya. Ini agar mereka tetap bisa berkarya dan menorehkan prestasi terbaik,” tambahnya.
Ia menutup dengan harapan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Kotim lainnya untuk mengembangkan potensi dan berani bersaing di panggung internasional.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post